Namun, Fabregas segera meredam kabar tersebut. Sebelum membawa Como meraih kemenangan krusial melawan Udinese, pria asal Spanyol ini menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki rencana untuk segera kembali ke London.
Fabregas menekankan bahwa komitmennya saat ini sepenuhnya tercurah untuk proyek yang sedang ia bangun di Italia. Ia menyatakan kenyamanannya melatih klub milik pengusaha Indonesia tersebut.
“(Saya) tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Saya di sini dan saya melatih Como, dan saya harap saya akan melakukannya untuk waktu yang lama,” tegas Fabregas kepada SOSFanta.
Sesuai dengan kesepakatan kontrak yang ada, Fabregas masih terikat masa bakti dengan Como hingga tahun 2028. Hal ini memperkuat sinyal bahwa ia ingin menuntaskan ambisinya membawa Como bersaing di papan atas Liga Italia.
Performa Gemilang Como
Ketertarikan klub-klub besar terhadap Fabregas tidak lepas dari tangan dinginnya musim ini. Terbaru, Como berhasil memetik kemenangan meyakinkan 2-0 atas Udinese.
Tambahan tiga poin dari laga tersebut membawa Como meroket ke peringkat keenam klasemen sementara Serie A. Keberhasilan Fabregas mengubah tim promosi menjadi penantang zona Eropa inilah yang membuat namanya masuk dalam radar belanja banyak klub besar Eropa, termasuk Chelsea yang sedang mencari nakhoda baru.
Meski pintu menuju Stamford Bridge selalu terbuka bagi sang legenda, untuk saat ini Fabregas memilih untuk tetap bertahan dan melanjutkan tren positif bersama I Lariani.
Editor : Redaksi Lombok Post