LombokPost - Sudah menjadi rahasia umum, AC Milan yang kini nangkring di posisi 2 klasemen Serie A Italia kerap kesulitan menghadapi tim peringkat menengah ke bawah.
Ketika tim lain umumnya kesulitan menghadapu tim besar, AC Milan malah anomalinya, perkasa melawan tim papan atas dan kewalahan melawan tim bawah.
Statistik memperlihatkan, AC Milan ternyata hanya meraih 5 poin dari rangkaian laga melawan tim-tim gurem macam Fiorentina, Cremonese, Pisa, Sassuolo, Parma, dan Genoa.
Khusus Cremonese, bahkan AC Milan bertekuk lutut, menjadikannya kekalahan satu-atunya tim merah hitam di Serie A Italia musim ini
Angka ini jelas jauh dari ideal, terutama kalau melihat target besar kembali ke Liga Champions Eropa yang sedang dikejar AC Milan musim ini.
Banyak poin terbuang dari laga yang di atas kertas bisa dimenangkan, artinya konsistensi masih jadi masalah bagi AC Milan.
Detail kecil di momen krusial sering berujung mahal, inilah mengapa setiap pertandingan sekarang terasa seperti final bagi AC Milan.
Margin kesalahan makin tipis, dan poin-poin seperti ini bisa sangat menentukan di akhir musim.
Dalam 2 laga terakhir AC Milan misalnya, tim ini bahkan nyaris kalah karena tertinggal lebih dulu.
Baca Juga: Tanda-tanda Kehabisan Bensin, AC Milan Kembali Gagal Menang
Kontra Fiorentina, striker AC Milan Christopher Nkunku jadi penyelamat lewat golnya jelang akhir babak kedua.
Sedangkan sebelumnya saat melawan Genoa, striker AC Milan Rafael Leao jadi penyelamat lewat gol di masa perpanjangan waktu babak kedua.
AC Milan telah memenangkan 6 dari 8 pertandingan melawan tim-tim di paro atas klasemen musim ini.
Tetapi AC Milan hanya memenangjan 5 dari 11 pertandingan melawan tim-tim di paro bawah klasemen.
Sehingga sejumlah pihak mulai mengatakan AC Milan penakluk tim raksasa, tapi selalu kewalahan melawan tim lemah. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic