Menurutnya, kegagalan Alonso menjaga kondusivitas ruang ganti menjadi faktor krusial di balik pemecatan tersebut.
Keputusan Madrid untuk mengakhiri kerja sama dengan Alonso diambil hanya dua hari pasca-kekalahan telak dari Barcelona pada laga final Piala Super Spanyol yang digelar di Jeddah, Arab Saudi.
Dalam wawancaranya bersama DAZN, Guti menyoroti adanya ketidaknyamanan para pemain terhadap kepemimpinan Alonso yang tercermin dalam performa di lapangan.
"Saya tidak mengalami kehidupan sehari-hari seperti apa suasana ruang ganti di bawah kepemimpinan Xabi Alonso. Pada saat yang sama, memang benar bahwa ketika ruang ganti tidak nyaman, tidak senang dengan pelatih, itu terlihat dan sangat terasa tidak hanya dalam latihan, tetapi juga dalam pertandingan. Saya pikir ini adalah pemicu pemecatan Xabi saat ini."
Statistik dan Adaptasi
Guti menilai persoalan utama bukan terletak pada aspek teknis maupun gaya permainan yang diterapkan Alonso. Secara statistik, pencapaian Alonso sebenarnya cukup kompetitif jika dibandingkan dengan rival utama mereka.
"Saya rasa itu bukan karena gaya bermainnya, atau apa yang dia lakukan di lapangan. Sebelumnya saya melihat statistik bahwa (Hansi) Flick, pelatih Barcelona, memiliki hasil yang sama dengan Xabi Alonso dalam 34 pertandingan pertamanya. Itu berarti jalannya pertandingan tidak buruk. Tetapi memang benar ada banyak rumor bahwa dia tidak bisa beradaptasi karena suasana ruang ganti."
Terkait keputusan klub menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti sementara, Guti mengakui bahwa eks pemain bertahan Madrid tersebut masih minim pengalaman di level senior. Namun, ia merujuk pada kesuksesan Zinedine Zidane di masa lalu sebagai bukti bahwa pelatih dari akademi bisa mengejutkan.
"Dia adalah pemain yang belum teruji, tetapi ketika Zidane datang, dia juga demikian. Melihat Real Madrid Castilla, keadaan tidak berjalan dengan baik. Apakah dia siap atau tidak, Madrid akan tahu karena dia telah lama bekerja di akademi muda, dan jika mereka memberinya tanggung jawab ini, itu karena mereka percaya padanya dan sekarang menunggu segalanya berjalan dengan baik."
Manajemen Los Blancos kini berharap kehadiran Arbeloa dapat memulihkan stabilitas internal tim sementara mereka melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan nakhoda tetap di masa depan.
Editor : Redaksi Lombok Post