LombokPost - Striker AC Milan Rafael Leao berbicara panjang lebar dalam salah satu wawancara.
Pertama, dia berbicara soal derby AC Milan vs Inter Milan yang akan segera berlangsung dalam beberapa minggu lagi.
"Jangan ke luar rumah beberapa hari sebelum pertandingan, tetaplah di rumah. Ini minggu yang gila. Semua orang menginginkan tiket, Anda melihat warna merah, biru. Semua orang membicarakannya di surat kabar. Tetaplah di rumah, hemat energi anda. Ini pertandingan terbaik musim ini. Ini perang, ini masalah hidup atau mati," tegas striker AC Milan berkebangsaan Portugal itu.
Rafael Leao percaya, setelah pertandingan AC Milan vs Inter Milan, semua orang akan membicarakan pertandingan itu selama berminggu-minggu.
"Hidup atau mati, dan saya ingin hidup, dulu saya menontonnya, sekarang memainkannya sungguh luar biasa. Para penggemar bernyanyi dari awal hingga akhir, setiap bola, setiap sentuhan, setiap duel anda harus berpikir itu adalah yang terakhir," katanya terkait keseruan derby AC Milan vs Inter Milan.
Dalam kesempatan yang sama, Rafael Leao juga berbicara tentang striker AC Milan lainnya Christian Pulisic.
"Saya memiliki hubungan yang baik dengannya. Dia jauh lebih baik sekarang, kami lebih mengenal satu sama lain di lapangan. Musim ini kami mengalami beberapa cedera, kami belum memiliki banyak kesempatan untuk bermain bersama," ujarnya.
Rafael Leao menegaskan Christian Pulisic yang merupakan topskor sementara AC Milan adalah pemain hebat, salah satu yang terbaik dalam beberapa musim terakhir.
"Ketika dia berada di lapangan, saya pikir dia akan menciptakan sesuatu. Dia berbicara bahasa Italia dengan sempurna, meski pun dengan aksen Amerika," ucap rekan senegara Chritiano Ronaldo itu.
Baca Juga: Kalau Begini Terus, Semakin Susah bagi AC Milan Mengejar Asa Scudetto
Rafael Leao juga angkat bicara soal orang yang mengkritik bahasa tubuhnya yang sering tersenyum.
"Saya tidak bisa mengubah diri saya. Bahkan sejak kecil, saya selalu tersenyum, saya tidak bisa mengubahnya. Jika saya mengubahnya, saya tidak akan menjadi Rafael Leao lagi," tegasnya.
"Mereka tahu apa yang bisa saya lakukan, itulah mengapa mereka menuntut. Saya tidak bisa mengubah bahasa tubuh saya, saya sudah seperti ini selama 26 tahun," pemain AC Milan itu menegaskan tak akan berhenti tersenyum hanya karena kritikan.
Dia lantas merangkum pengalamannya di AC Milan sejauh ini.
"Saya pikir ini adalah sebuah perjalanan. Itu tidak mudah bagi saya dan keluarga saya ketika saya tiba. Saya senang berada di sini (AC Milan), menjadi panutan bagi tim dan para penggemar," tegas Rafael Leao.
"Ketika Anda bermain untuk AC Milan, Anda tahu akan ada tekanan karena para penggemar menginginkan yang terbaik. Ketika Anda kalah atau ketika Anda bermain buruk, Anda bisa mengetahuinya dari reaksi para penggemar," imbuh pemain yang dikenal karena kecepatan larinya itu.
Terkait peran barunya yang lebih sentral, dia mengatakan sudah siap untuk apa pun sebelum musim dimulai.
"Ketika Anda bermain sebagai penyerang tengah, Anda dapat mencetak lebih banyak gol karena Anda memiliki lebih banyak peluang," tegasnya memilih positif terkait perubahan posisi dari sayap menjadi striker AC Milan.
"Sepak bola adalah tentang angka, jika Anda ingin menjadi yang terbaik, Anda harus mencetak angka. Ini berbeda dari sebelumnya. Jika Anda mencetak lebih banyak gol dan memberikan beberapa assist, Anda bisa menjadi yang terbaik," tutupnya. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic