LombokPost - Kekalahan atas Parma membuat AC Milan mengalami kekecewaan ganda.
Yang pertama adalah kasus VAR terkait gol Parma yang dianggap pihak AC Milan didahului serangkaian pelanggaran.
Gol Parma ini sangat mirip dengan 2 gol Rossoneri AC Milan yang dianulir musim ini.
Anehnya dalam laga kemarin wasit dipanggil oleh VAR dan akhirnya mengesahkan gol Parma ke gawang AC Milan yang awalnya ia anulir.
Selain itu, pemain AC Milan Ruben Loftus-Cheek dilanggar oleh kiper Parma tetapi wasit meniup peluit karena pelanggaran oleh pemain Rossoneri tersebut.
Laga AC Milan vs Parma meninggalkan kesan yang buruk, atas kinerja wasit yang kembali tidak menggunakan standar yang sama.
Pelanggaran bagi yang memukul? Pertandingan baru saja dimulai sebelum berubah menjadi kontroversi terjadi benturan keras antara Ruben Loftus-Cheek dan Corvo, yang dengan kasar, bahkan menyebabkan tulang alveolar gelandang AC Milan itu retak.
Benturan keras dan berbahaya yang seharusnya mendapat penilaian yang jauh lebih teliti, tapi malah wasit memberikan pelanggaran untuk kiper Parma, melindunginya seolah-olah dia adalah korban.
Keputusan yang membuat para penggemar AC Milan dan sejumlah pengamat sepak bola terkejut, karena meski pun benar bahwa kiper mendapat perlindungan khusus, sama benarnya bahwa area penalti seharusnya tidak diubah menjadi semacam "zona bebas" di mana apa pun bisa terjadi.
Yang lebih mengejutkan adalah apa yang terjadi di area penalti AC Milan pada babak kedua, sekitar menit ke-80.
Kiper AC Milan Mike Maignan jelas-jelas dihalangi oleh pemain Parma saat ia mencoba mencegat umpan silang dari sepak pojok Parma.
Pergerakan pemain Parma tersebut mencegah kiper AC Milan berpaspor Prancis itu untuk melakukan intervensi.
Wasit membiarkan bola terus bergulir dan mengesahkan gol pemain Parma yang juga kontroversi karena menekan kepala pemain AC Milan.
Setelah peninjauan VAR yang panjang, gol disahkan, padahal aturannya jelas, penjaga gawang harus dilindungi di area penalti, terutama ketika ada pemain yang menghalangi pergerakannya.
Beberapa wasit dan mantan pemain, setelah pertandingan, menekankan bahwa ini adalah pelanggaran yang layak dihukum. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic