Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Serapan Anggaran Rendah, Dewan Loteng Panggil Para Kepala Dinas

L
Penulis: Lestari Dewi❯
KIAN DIPERCANTIK: Penampakan terbaru area Bencingah Agung Masmirah mulai dilengkapi dengan akses jalan hingga pertamanan, Selasa (12/5). (Dewi/Lombok Post)
KIAN DIPERCANTIK: Penampakan terbaru area Bencingah Agung Masmirah mulai dilengkapi dengan akses jalan hingga pertamanan, Selasa (12/5). (Dewi/Lombok Post)

Advertisement

 

LombokPost-DPRD Lombok Tengah (Loteng) menyoroti rendahnya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang baru mencapai sekitar 30 persen.

Dewan berencana memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meminta penjelasan terkait lambannya realisasi anggaran tersebut.

Advertisement

Wakil Ketua II DPRD Loteng Lalu Sarjana mengatakan, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), untuk meminta penjelasan terkait serapan anggaran tersebut.

“Kami berencana akan bertemu dengan OPD di setiap komisi, apa yang menjadi persoalan serapan APBD ini belum mencapai 30 persen, sementara untuk belanja pegawai kita sudah mencapai di atas 40 persen,” ucapnya, Selasa (12/5).

Advertisement

Lambannya serapan anggaran diduga dipengaruhi kekhawatiran sejumlah OPD dalam menjalankan program kegiatan. Kondisi itu muncul menyusul maraknya persoalan hukum dan kasus yang kini ramai dibahas di meja hijau. Namun, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu membantah dugaan tersebut

“Ah kalau itu sih saya gak begitu respons, artinya bisa (iya), bisa tidak tetapi tidak menjadi sesuatu hal yang traumatik, ketika ada OPD atau personal tersangkut hukum kan begitu,” tegasnya.

Menurut dia, kehati-hatian OPD memang diperlukan dalam penggunaan anggaran. Namun, hal itu tidak boleh membuat pelaksanaan program pemerintah tersendat. Sebab, rendahnya serapan anggaran akan berdampak langsung terhadap pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat.

“Selama kita bekerja dengan baik, ngapain kita takut. Yang penting OPD bekerja sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

DPRD, kata dia, meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap OPD yang serapan anggarannya masih rendah. Langkah percepatan juga perlu dilakukan agar program pembangunan dapat terealisasi sesuai target yang telah ditetapkan.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Loteng “Bersih-bersih” Indomaret dan Alfamart, Diminta Tutup Mandiri Paling Lambat 16 Mei

Pemkab Loteng “Bersih-bersih” Indomaret dan Alfamart, Diminta Tutup Mandiri Paling Lambat 16 Mei

Pemkab Loteng memerintahkan 25 gerai ritel modern menghentikan operasional dan menutup usaha secara mandiri paling lambat Sabtu (16/5).

DPRD Lombok Tengah Minta Warga Sikapi Hasil Pilkades dengan Lapang Dada

DPRD Lombok Tengah Minta Warga Sikapi Hasil Pilkades dengan Lapang Dada

Ketua DPRD Loteng Lalu Ramdan meminta masyarakat dan para kontestan menerima hasil pemilihan dengan lapang dada

Infrastruktur Jadi Perhatian saat Reses Dewan Lombok Tengah

Infrastruktur Jadi Perhatian saat Reses Dewan Lombok Tengah

Perbaikan jalan dan penyediaan air bersih menjadi perhatian warga dalam reses anggota DPRD Lombok Tengah (Loteng)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer