Langkah ini diambil guna menghindari potensi sanksi dari federasi sepak bola Eropa, UEFA.
Berdasarkan laporan Tuttosport, manajemen Si Nyonya Tua setidaknya harus mengumpulkan dana segar sebesar 25 juta euro atau sekitar Rp 425 miliar.
Target nominal tersebut menjadi syarat mutlak agar pembukuan keuangan klub tetap berada dalam koridor regulasi Financial Sustainability yang ditetapkan otoritas sepak bola.
Saat ini, kondisi keuangan Juventus tengah menjadi sorotan tajam dari otoritas domestik di Italia maupun pemantau regulasi di level Eropa. Kebutuhan untuk menyeimbangkan neraca keuangan sebelum bergantinya tahun fiskal membuat manajemen harus memutar otak guna mencari solusi instan.
Dalam upaya memenuhi target dana 25 juta euro tersebut, nama Federico Gatti muncul sebagai kandidat utama yang akan dilego pada jendela transfer musim panas mendatang.
Penjualan bek internasional Italia ini dinilai sebagai jalan paling realistis bagi klub untuk mendapatkan suntikan dana dalam waktu singkat.
Gatti sendiri sejatinya bukan tanpa peminat. Bek tengah berusia 27 tahun tersebut telah lama masuk dalam radar pantauan sejumlah klub Premier League Inggris.
Nottingham Forest dikabarkan menjadi klub yang paling serius menunjukkan ketertarikan. Klub tersebut sempat melakukan upaya pendekatan secara intensif pada bursa transfer Januari lalu, namun kesepakatan belum tercapai.
Dengan situasi Juventus yang kini terdesak oleh regulasi UEFA, Nottingham Forest diprediksi akan kembali melayangkan tawaran resmi begitu musim kompetisi berakhir.
Keputusan akhir kini berada di tangan manajemen Juventus, apakah mereka akan merelakan salah satu pilar lini pertahanan mereka demi menyelamatkan posisi klub dari ancaman hukuman administratif maupun larangan berkompetisi di kancah Eropa.
Editor : Redaksi Lombok Post