LombokPost--Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi memulai proses disiplin terhadap Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Langkah tegas ini diambil menyusul adanya laporan nyanyian bernada Islamofobia dan xenofobia dalam laga persahabatan antara Spanyol melawan Mesir, Selasa (31/3/2026).
Insiden tersebut terjadi di Stadion RCDE, Barcelona, yang merupakan markas klub LaLiga, Espanyol. Saat pertandingan pemanasan menjelang Piala Dunia tersebut berlangsung, oknum pendukung Spanyol kedapatan meneriakkan yel-yel rasis yang menyinggung identitas agama tertentu.
"FIFA telah membuka proses disiplin hari ini terhadap Federasi Sepak Bola Spanyol atas insiden dalam pertandingan persahabatan melawan Mesir," tulis FIFA dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026
Selain tindakan dari FIFA, Kepolisian Spanyol dikabarkan telah meluncurkan penyelidikan mendalam atas nyanyian tersebut sejak pekan lalu. Pihak otoritas berkomitmen untuk mengidentifikasi individu yang terlibat dalam aksi provokatif tersebut.
Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, turut mengecam keras tindakan oknum suporter tersebut. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, pemain sayap tersebut menegaskan bahwa nyanyian-nyanyian tersebut sebagai tindakan tidak sopan dan tidak dapat ditoleransi.
Pihak Mesir melalui asosiasi sepak bolanya (EFA) juga memberikan reaksi keras atas insiden yang mencoreng sportivitas tersebut. Meski demikian, mereka menekankan bahwa tindakan segelintir orang tersebut tidak akan merusak hubungan diplomasi sepak bola kedua negara.
EFA mengecam nyanyian-nyanyian tersebut sebagai "tindakan rasisme yang menjijikkan" yang sama sekali tidak dapat diterima. Pihak Mesir menambahkan bahwa tindakan sekelompok kecil penonton tidak akan memengaruhi hubungan erat antara federasi Spanyol dan Mesir.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026
Hingga saat ini, laga yang berakhir dengan skor kacamata 0-0 tersebut menyisakan awan mendung bagi persepakbolaan Spanyol. Jika terbukti bersalah gagal mengontrol perilaku penonton, RFEF terancam sanksi berat mulai dari denda administratif hingga larangan menggelar pertandingan dengan penonton.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bagi FIFA untuk memperketat kampanye anti-rasisme di dalam stadion, terutama menjelang perhelatan akbar Piala Dunia yang akan datang.
Editor : Redaksi Lombok Post