LombokPost - Performa AC Milan yang mulai merosot sangat wajar untuk dikritisi berbagai kalangan.
Kekalahan terbaru AC Milan atas Udinese jadi yang ke-4 dalam 7 laga terakhir yang mereka mainkan.
Sebelum periode buruk ini, AC Milan sempat lama tak terkalahkan sejak pekan pembuka.
Baca Juga: Formasi 4-3-3 AC Milan Ternyata Tak Menolong, dan Rafael Leao Tetap Flop
Kini grafik performa AC Milan justru menurun tajam, dan Massimiliano Allegri tampak belum punya solusinya.
Dalam laga kontra Udinese, formasi 4-3-3 sebagaimana saran banyak pihak akhirnya coba dimainkan pelatih AC Milan itu.
Tapi anehnya, Rafael Leao tetap ditempatkan sebagai penyerang tengah, dengan dukungan Christian Pulisic di kiri dan Alexis Saelemaekers di kanan.
Baca Juga: Ardon Jashari Ikut Masuk Daftar Jual AC Milan
Semua memahami, posisi alami Rafael Leao adalah di kiri, bukan sebagai targetman di tengah.
Rafael Leao dinilai tampil buruk saat dimainkan sebagai striker tengah AC Milan.
Bahkan, dalam satu situasi, ia mengganggu peluang jelas milik rekannya Alexis Saelemaekers.
Baca Juga: Boomerang 4-3-3, AC Milan Dibantai Udinese di Kandang Sendiri
Eksperimen menjadikan Rafael Leao sebagai striker masih belum meyakinkan, dan mungkin justru mengurangi potensi terbaiknya di sisi sayap.
Secara keseluruhan, sinyal bahaya AC Milan bukan hanya soal hasil, tapi juga ketajaman lini depan.
Ini bukan sekadar hasil buruk sesaat, tapi tren yang harus segera dihentikan jika AC Milan ingin tetap kompetitif.
Baca Juga: Pihak AC Milan dan Robert Lewandowski Segera Bertemu, Kesepakatan Bisa Saja Tercapai
Kini AC Milan ada di peringkat 3, dan terus dikuntit Juventus yang ada di posisi 4. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic