LombokPost — Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyatakan bahwa dirinya tidak keberatan jika posisinya digantikan oleh Jose Mourinho untuk memimpin skuad Los Blancos pada musim kompetisi mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan Arbeloa dalam konferensi pers pada Sabtu (16/5/2026).
Nama Mourinho gencar dikaitkan kembali dengan publik Santiago Bernabeu setelah Real Madrid dipastikan menyelesaikan musim ini tanpa raihan satu pun trofi mayor untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Juru taktik asal Portugal yang kini menukari Benfica tersebut sebelumnya pernah menangani Madrid pada periode 2010-2013.
Penunjukan Mourinho, yang dikenal dengan karakternya yang kontroversial, dinilai akan menjadi perjudian besar bagi Presiden Florentino Perez. Kendati demikian, Arbeloa yang juga mantan anak asuh Mourinho memberikan dukungan penuh atas rumor kembalinya sang mentor.
"Bagi saya, sebagai mantan pemain (Madrid) dan sebagai seorang Madridista, Jose Mourinho adalah nomor satu. Dia adalah salah satu dari kita," kata Arbeloa kepada wartawan.
"Jika dia kembali tahun depan, saya akan sangat senang melihatnya kembali ke rumah."
Arbeloa sendiri mulai menjabat sebagai pelatih kepala Real Madrid pada Januari lalu untuk menggantikan Xabi Alonso. Namun, kehadiran pria berusia 43 tahun itu belum mampu mengangkat performa tim keluar dari periode krisis hingga akhir musim.
Selain membahas masa depan kursi kepelatihan, Arbeloa juga memberikan klarifikasi mengenai rumor keretakan hubungannya dengan striker bintang, Kylian Mbappe. Isu tersebut mencuat setelah Mbappe mengkritik keputusan Arbeloa yang mencadangkannya saat Madrid bersua Real Oviedo di pertengahan pekan.
Mbappe baru saja pulih dari cedera paha yang sempat membuatnya absen dalam laga El Clasico akhir pekan lalu, di mana kekalahan dari Barcelona memastikan rival abadi mereka tersebut mengunci gelar juara La Liga musim ini.
"Saya baru saja bertemu dengannya. Saya menyuruhnya untuk tetap tenang. Saya mengerti bahwa hal-hal seperti ini menjadi berita utama, tetapi ini jauh lebih normal daripada yang Anda pikirkan," kata Arbeloa.
"Saya pernah menjadi pemain, saya tahu apa yang mereka rasakan dalam situasi ini -- bermain setiap hari, lalu bermain lebih sedikit atau tidak sama sekali," lanjut pelatih tersebut.
"Saya sepenuhnya mengerti bahwa Kylian tidak senang karena tidak bermain pada hari Kamis, dan saya menyukainya."
"Saya tidak akan mengerti jika dia tidak ingin bermain. Hubungan saya dengannya tetap sama."
Manajemen Real Madrid dilaporkan bakal segera melakukan evaluasi menyeluruh dalam beberapa pekan ke depan guna menentukan arah kebijakan teknis tim, termasuk kepastian mengenai struktur kepelatihan untuk musim depan.
Editor : Redaksi Lombok Post