Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

R
Penulis: Redaksi❯
KESEHATAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Direktur RSUP NTB drg Asrul Sani bersama jajaran manajamen RSUP NTB usai rapat di Ruang Kerja Pendopo Gubernur pada Rabu (13/5). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)
KESEHATAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Direktur RSUP NTB drg Asrul Sani bersama jajaran manajamen RSUP NTB usai rapat di Ruang Kerja Pendopo Gubernur pada Rabu (13/5). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong RSUP NTB melakukan transformasi menyeluruh menuju pelayanan kesehatan yang lebih cepat, modern, manusiawi, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan dalam rapat khusus bersama Direktur RSUP NTB drg Asrul Sani dan jajaran Wakil Direktur di Pendopo Gubernur pada Rabu (13/5), yang turut didampingi Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Ahsanul Khalik.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Ahsanul Halik atau yang akrab disapa Aka menjelaskan bahwa Gubernur NTB menekankan rumah sakit pemerintah tidak cukup hanya besar dari sisi bangunan dan fasilitas, tetapi harus mampu menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurutnya, ukuran keberhasilan rumah sakit hari ini terletak pada kecepatan pelayanan, kenyamanan pasien, kepastian sistem layanan, hingga kemampuan rumah sakit menghadirkan pelayanan yang manusiawi dan responsif.

“Rumah sakit hari ini tidak cukup hanya besar secara fisik. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan pelayanan yang cepat, manusiawi, nyaman, dan memberi kepastian,” demikian penekanan Gubernur Miq Iqbal sebagaimana disampaikan Aka.

Advertisement

Salah satu fokus utama pembenahan diarahkan pada pelayanan klinis dan penataan alur layanan pasien agar lebih efektif dan responsif.

RSUP NTB akan melakukan redistribusi kapasitas tempat tidur layanan anak atau pediatri dari ruang dengan tingkat keterisian rendah menuju ruang dengan kebutuhan lebih tinggi seperti Gili Nanggu dan Antares.

Langkah ini ditargetkan mampu mengurangi kepadatan di Instalasi Gawat Darurat (IGB) sekaligus menekan antrean boarding patient.

Pada saat yang sama, rumah sakit juga mulai menyiapkan penerapan penuh Dual-Track Pathway atau pemisahan jalur pasien infeksius dan non-infeksius sejak pintu masuk rumah sakit.

Sistem tersebut diharapkan mampu menekan risiko infeksi nosokomial sekaligus mempercepat response time pelayanan hingga di bawah enam jam.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bawa Layanan Perizinan hingga ke Desa, DPMPTSP Lombok Barat Sabet Predikat Sangat Baik dari Kemenves

Bawa Layanan Perizinan hingga ke Desa, DPMPTSP Lombok Barat Sabet Predikat Sangat Baik dari Kemenves

Pelayanan perizinan diharapkan tak sekadar berpatokan pada capaian standar nasional, tapi terus jadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

Pullman Lombok Siapkan Layanan Spesial untuk Pembalap MotoGP Mandalika 2026

Pullman Lombok Siapkan Layanan Spesial untuk Pembalap MotoGP Mandalika 2026

Menyambut helatan akbar MotoGP Mandalika 2026 yang memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, Hotel Pullman Lombok berbenah total

RSUD Soedjono Selong Kebut Pembangunan Cytotoxic

RSUD Soedjono Selong Kebut Pembangunan Cytotoxic

RSUD dr R Soedjono Selong mempercepat pembangunan ruangan cytotoxic untuk mendukung layanan kemoterapi bagi pasien kanker

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer