LombokPost - Air mata dan rasa sesal tak bisa dibendung dari wajah-wajah penggawa Meriam London di Puskas Arena, Budapest. Langkah Arsenal untuk mengawinkan gelar bergengsi musim ini akhirnya harus berujung antiklimaks yang sangat memilukan.
Sang manajer, Mikel Arteta, akhirnya buka suara dan berbicara jujur mengenai rasa bangga sekaligus luka mendalam yang dirasakan seluruh elemen tim setelah mereka dipaksa menyerah secara tragis di partai final Champions League musim ini.
Padahal, sebelum laga puncak kompetisi elite Eropa ini dimulai, The Gunners sedang berada di atas angin dan berada dalam rute mencetak sejarah emas. Skuad asuhan Mikel Arteta baru saja menuntaskan dahaga panjang dengan sah ditasbihkan sebagai jawara Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam 22 tahun terakhir.
Baca Juga: Arsenal vs PSG: Momentum Emas Meriam London Pecah Telur
Sayang, ambisi Arsenal untuk menguasai Eropa lewat trofi Champions League perdana mereka sejak menembus final tahun 2006 silam harus kandas di tangan raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, melalui drama adu penalti yang menegangkan setelah bermain imbang 1-1.
Seusai peluit panjang berbunyi, Mikel Arteta tidak bisa menutupi fakta bahwa ruang ganti Arsenal langsung diselimuti atmosfer kesedihan yang luar biasa berat. Juru taktik asal Spanyol itu mengakui bahwa kekalahan di final Champions League ini memberikan rasa sakit yang teramat sangat bagi para pemainnya yang sudah berjuang habis-habisan.
Kendati demikian, ia menuntut anak asuhnya untuk tidak berlarut-larut meratapi kegagalan dari Paris Saint-Germain dan meminta skuadnya mengubah rasa perih tersebut menjadi bahan bakar demi meningkatkan level permainan tim di musim depan.
"Jujur, apa yang kami rasakan saat ini adalah rasa sakit yang mendalam. Kami harus merasakannya dan melewati fase sulit ini bersama-sama," ungkap Mikel Arteta.
arBaca Juga: Sikut Manchester United, Mikel Arteta Turun Tangan Rayu Gelandang Valencia untuk Arsenal
Sejatinya, jalannya laga final kasta tertinggi Eropa tersebut sempat diawali dengan skenario yang sangat sempurna bagi kubu Arsenal. Laga baru berjalan enam menit, Kai Havertz sudah berhasil menghentak pertahanan Paris Saint-Germain lewat gol sepakan jarak dekat yang spektakuler.
Namun, keunggulan tipis itu sirna di babak kedua setelah Les Parisiens menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti. Menurut Mikel Arteta, setelah momen tersebut, laga berjalan sangat ketat dengan minimnya peluang bersih, ditambah adanya keputusan kontroversial wasit yang abai memberikan penalti kepada The Gunners saat Noni Madueke dilanggar.
"Kami memulai pertandingan dengan sangat baik, mencetak gol cepat, dan mengontrol ritme permainan. Namun, kita juga harus memberikan kredit khusus kepada kualitas Paris Saint-Germain yang mampu memaksa kami bermain dalam situasi sulit," tambahnya.
Pelatih yang sukses membawa timnya merajai Liga Inggris musim ini itu menyayangkan ketidakberuntungan mereka di babak tos-tosan, yang membuat trofi Champions League yang sudah berada di depan mata akhirnya melayang ke Paris.
Baca Juga: Bursa Transfer Arsenal 2026: Intip Rencana Cuci Gudang Mikel Arteta demi Bomber Anyar
Meskipun mimpi buruk melanda mereka di kompetisi Eropa, kekalahan dari Paris Saint-Germain dipastikan tidak akan bisa menghapus tinta emas yang sudah ditorehkan Bukayo Saka dkk sepanjang musim ini. Skuad Arsenal dijadwalkan akan langsung pulang ke London untuk menggelar parade kemenangan besar-besaran di sepanjang jalanan Islington.
Mikel Arteta menilai, momen perayaan gelar juara Liga Inggris besok pagi akan menjadi obat penawar luka yang sangat instan sekaligus panggung bagi para suporter setia untuk memberikan apresiasi tertinggi atas perjuangan tak kenal lelah tim kesayangan mereka di kancah Champions League.
Editor : Pujo Nugroho