Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Piala Dunia 2026: Drama Gol Bunuh Diri Menit 94, Qatar Tahan Imbang Swiss

Pujo Nugroho • Minggu, 14 Juni 2026 | 08:50 WIB
Qatar berhasil mencuri satu poin saat menghadapi Swiss di pertandingan Grup B Piala Dunia 2026. (FIFA)
Qatar berhasil mencuri satu poin saat menghadapi Swiss di pertandingan Grup B Piala Dunia 2026. (FIFA)

 

 

LombokPost - Kejutan besar kembali tercipta di panggung Piala Dunia 2026. Timnas Qatar secara dramatis berhasil mencuri poin perdana mereka setelah menahan imbang tim kuat Eropa, Swiss, dalam laga pembuka Grup B yang berlangsung di San Francisco Bay Area.

Dalam laga sengit ini, kemenangan didepan mata Swiss harus buyar di masa injury time. Gol bunuh diri tragis dari pemain pengganti Swiss, Miro Muheim, di menit ke-94 membuat skor berakhir sama kuat 1-1. Hasil ini langsung memicu euforia luar biasa bagi kubu Qatar.

Sejak babak pertama dimulai, Swiss sebenarnya langsung mengambil kendali permainan. Tim asuhan Murat Yakin ini terus mengurung pertahanan Qatar demi mengamankan poin penuh di laga perdana.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Gol Vinicius Jr Selamatkan Brazil dari Gempuran Maroko

Swiss akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-17 melalui eksekusi penalti tenang Breel Embolo. Hadiah penalti diberikan wasit setelah gelandang Remo Freuler dilanggar secara keras oleh kiper Qatar, Mahmoud Abunada, di dalam kotak terlarang. Gol tersebut sempat membuat Swiss di atas angin dan diprediksi akan menang mudah atas kontestan Piala Dunia 2026 asal Asia tersebut.

Sepanjang paruh pertama, gempuran tanpa henti dilancarkan oleh Granit Xhaka dan kolega. Dan Ndoye berulang kali mendapatkan peluang emas yang nyaris membuahkan hattrick. Bahkan, sesaat sebelum turun minum, tembakan terukur Michel Aebischer hampir mengubah papan skor jika bola tidak disapu tepat di garis gawang oleh bek Qatar.

Qatar sendiri bukan tanpa perlawanan. Melalui skema serangan balik cepat, Edmilson Junior sempat lolos sendirian memanfaatkan blunder fatal Manuel Akanji di menit ke-2. Sayang, tendangan penyerang sayap itu masih terlalu lemah dan mudah diamankan Gregor Kobel. Hasil di babak pertama pun ditutup dengan skor 1-0.

Memasuki babak kedua, tempo permainan sedikit melandai. Swiss yang tampil dominan tercatat melepaskan total hingga 26 tembakan sepanjang laga. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat mereka gagal menggandakan keunggulan. Petaka justru datang bagi Rossocrociati saat laga memasuki menit ke-94.

Baca Juga: Scott McTominay Siap Tempur Bersama Timnas Skotlandia di Piala Dunia 2026

Berawal dari umpan silang lambung yang dilepaskan bek Qatar, Homam Ahmed, bola mengarah ke kotak penalti. Di bawah tekanan ketat Boualem Khoukhi, bek pengganti Swiss Miro Muheim berniat menghalau bola dengan sundulan. Sial bagi Swiss, bola sundulan Miro Muheim justru meluncur deras ke dalam gawang sendiri tanpa bisa dijangkau Gregor Kobel. Gol bunuh diri dramatis ini mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus mengunci hasil akhir pertandingan.

Keberhasilan menahan imbang salah satu kekuatan sepak bola Eropa langsung disambut suka cita oleh pelatih Qatar, Julen Lopetegui. Mantan pelatih Real Madrid itu menyebut raihan satu poin ini sebagai sebuah tinta emas baru bagi sepak bola Qatar.

"Bisa berada di sini saja sudah menjadi sejarah tersendiri bagi kami. Mendapatkan satu poin hari ini melawan Swiss, yang bagi saya adalah salah satu tim terbaik di Eropa saat ini, sangatlah penting," ujar Julen Lopetegui dengan nada emosional usai laga.

Julen Lopetegui memuji mentalitas baja anak asuhnya yang tidak panik meski terus digempur sepanjang pertandingan tersebut. "Kami mampu bertahan di momen-momen sulit, kami tidak kehilangan ketenangan saat tertinggal, dan pada akhirnya kami mendapat hadiah dengan gol itu," tambah pelatih asal Spanyol tersebut.

Baca Juga: Pecah Telur! Timnas Canada Raih Poin Pertama Sejarah di Piala Dunia 2026

Di kubu seberang, suasana kontras terlihat jelas. Kapten timnas Swiss, Granit Xhaka, langsung ngamuk dan meluapkan kekecewaannya secara terbuka. Mantan bintang Arsenal itu menyebut timnya tidak becus dan tidak berpengalaman karena gagal mempertahankan keunggulan 1-0.

"Jika Anda tidak memanfaatkan peluang di depan, itu akan kembali menggigit Anda. Kami harus cukup pintar dan berpengalaman untuk menyudahi pertandingan dengan kemenangan 1-0," semprot Granit Xhaka dengan nada tinggi.

Granit Xhaka juga mengingatkan rekan-rekan setimnya untuk segera sadar dari mimpi jika masih ingin berbicara banyak di ajang Piala Dunia 2026 ini.

"Di akhir babak kedua kami kehilangan ritme dan itu tidak boleh terjadi di level seperti ini. Sekarang kami harus kembali memijak bumi dan menghadapi kenyataan. Kenyataannya adalah, saat ini, kami sama sekali belum layak berbicara tentang gelar juara atau capaian terbaik kami di Piala Dunia," pungkas gelandang.

Editor : Pujo Nugroho
#Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026 #Hasil Swiss vs Qatar #Swiss #piala dunia 2026 #qatar