
LombokPost-Pemprov NTB mempercepat persiapan pembangunan Village Breeding Center (VBC) di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, sebagai upaya memperkuat pengembangan pembibitan sapi potong berbasis desa.
“Kami sudah bahas dalam rapat koordinasi dengan Pemkab Lombok Timur,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB Muhamad Riadi.
Ia menjelaskan, program Village Breeding Center bertujuan meningkatkan mutu genetik, produktivitas, dan populasi sapi potong secara berkelanjutan melalui sistem pembibitan yang terintegrasi.
Baca Juga: Peternakan Jadi Tumpuan Tekan Kemiskinan, Pemkab Loteng Gelontorkan Bantuan Peternakan 2026
Kecamatan Pringgasela dipilih, karena selama ini dikenal sebagai salah satu sentra atau lumbung peternakan sapi rakyat yang sangat potensial di Pulau Lombok.
Melalui Village Breeding Center, pengembangan pembibitan sapi potong akan dilakukan secara terpadu dengan mengintegrasikan seleksi induk, pelayanan reproduksi, recording ternak, pelayanan kesehatan hewan, penyediaan pakan, penguatan kelembagaan peternak, hingga pemasaran bibit.
“Di sini, kita mengintegrasikan seleksi induk, pelayanan reproduksi, recording ternak, kesehatan hewan, penyediaan pakan, penguatan kelembagaan peternak, dan pemasaran bibit secara terpadu,” jelasnya.
Selama pembahasan dengan Pemkab Lombok Timur, disepakati bersama bahwa Desa Timbanuh sebagai lokasi pelaksanaan Village Breeding Center.
Penetapan lokasi dilakukan berdasarkan sejumlah variabel, yakni jumlah populasi sapi betina produktif, kelembagaan peternak, serta ketersediaan pakan yang dinilai mendukung keberhasilan program.
Sebagai informasi, NTB menempati posisi penting dalam peta peternakan nasional. Populasi sapi potong berada di urutan keempat nasional setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Kerbau menempati urutan keempat, kuda urutan ketiga, kambing urutan ketujuh, ayam kampung urutan ke-12 dari 38 provinsi, serta itik berada di peringkat ke-13 nasional.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




