Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

NTB Siapkan Village Breeding Center di Lombok Timur

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
KOMODITAS DAERAH: Sapi potong milik peternak di NTB yang diikat sebelum dipasarkan, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)
KOMODITAS DAERAH: Sapi potong milik peternak di NTB yang diikat sebelum dipasarkan, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Pemprov NTB mempercepat persiapan pembangunan Village Breeding Center (VBC) di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, sebagai upaya memperkuat pengembangan pembibitan sapi potong berbasis desa. 

“Kami sudah bahas dalam rapat koordinasi dengan Pemkab Lombok Timur,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB Muhamad Riadi.

Ia menjelaskan, program Village Breeding Center bertujuan meningkatkan mutu genetik, produktivitas, dan populasi sapi potong secara berkelanjutan melalui sistem pembibitan yang terintegrasi. 

Kecamatan Pringgasela dipilih, karena selama ini dikenal sebagai salah satu sentra atau lumbung peternakan sapi rakyat yang sangat potensial di Pulau Lombok.

Melalui Village Breeding Center, pengembangan pembibitan sapi potong akan dilakukan secara terpadu dengan mengintegrasikan seleksi induk, pelayanan reproduksi, recording ternak, pelayanan kesehatan hewan, penyediaan pakan, penguatan kelembagaan peternak, hingga pemasaran bibit. 

Advertisement

“Di sini, kita mengintegrasikan seleksi induk, pelayanan reproduksi, recording ternak, kesehatan hewan, penyediaan pakan, penguatan kelembagaan peternak, dan pemasaran bibit secara terpadu,” jelasnya.

Selama pembahasan dengan Pemkab Lombok Timur, disepakati bersama bahwa Desa Timbanuh sebagai lokasi pelaksanaan Village Breeding Center.

Penetapan lokasi dilakukan berdasarkan sejumlah variabel, yakni jumlah populasi sapi betina produktif, kelembagaan peternak, serta ketersediaan pakan yang dinilai mendukung keberhasilan program. 

Sebagai informasi, NTB menempati posisi penting dalam peta peternakan nasional. Populasi sapi potong berada di urutan keempat nasional setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Kerbau menempati urutan keempat, kuda urutan ketiga, kambing urutan ketujuh, ayam kampung urutan ke-12 dari 38 provinsi, serta itik berada di peringkat ke-13 nasional.    

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cegah Penyakit Menular, Satpol PP NTB Perketat Pengawasan Ternak di Pelabuhan Lembar

Cegah Penyakit Menular, Satpol PP NTB Perketat Pengawasan Ternak di Pelabuhan Lembar

Satpol PP Provinsi NTB memperketat pengawasan lalu lintas ternak dan produk hewan di pintu-pintu gerbang pulau.

Belajar dari Kandang di Hari Pertama Sekolah, Siswa Baru SMK Tringa Pringgajurang Mengenal Jurusan ATR Melalui Penyuntikan Gratis Bagi Ternak Sak

Belajar dari Kandang di Hari Pertama Sekolah, Siswa Baru SMK Tringa Pringgajurang Mengenal Jurusan ATR Melalui Penyuntikan Gratis Bagi Ternak Sak

MPLS di SMK Tringa Pringgajurang tak hanya diisi seragam baru, salat duha, dan kegiatan lain. Para siswa baru langsung mengenal Jurusan ATR

Tiga Perda di Bima dan Dompu Direkomendasikan Direvisi, Mulai dari Zakat hingga Penertiban Ternak

Tiga Perda di Bima dan Dompu Direkomendasikan Direvisi, Mulai dari Zakat hingga Penertiban Ternak

Tiga Perda di Kota Bima dan Kabupaten Dompu direkomendasikan direvisi agar lebih relevan, efektif, dan sesuai regulasi terbaru.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer