LombokPost– Pelatih tim nasional Kanada, Jesse Marsch, mengusung misi besar dalam laga pamungkas Grup B Piala Dunia FIFA 2026 kontra Swiss yang digelar pada Rabu waktu setempat. Marsch bertekad menumbangkan perwakilan Eropa tersebut demi mengamankan status juara grup.
Saat ini, Kanada memimpin klasemen sementara Grup B dengan koleksi empat poin. Alphonso Davies dan kawan-kawan sejatinya hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci posisi puncak. Keuntungan sebagai juara grup akan membuat Kanada tetap bermain di markas mereka, Vancouver, untuk laga babak 32 besar pada 2 Juli mendatang sekaligus mendapatkan waktu istirahat yang lebih panjang.
“Tetap berada di Vancouver adalah tujuan utama kami,” kata Marsch dalam konferensi pers pra-pertandingan pada hari Selasa.
“Ketika saya menerima pekerjaan ini, begitu saya mengetahui format turnamennya, saya langsung berkata, oke, kita punya tujuan yang jelas, kita ingin memenangkan grup. Dua tahun lalu, semua orang mengira saya gila, kan? Prospek itu saat itu tidak mungkin, tetapi inilah yang saya harapkan dari tim kami," ujarnya menambahkan.
Marsch melanjutkan, “Ketika kami bertemu Swiss, kami berpikir, oke, mari kita posisikan diri untuk memastikan bahwa kita bersaing untuk mencapai tujuan kita, yaitu tetap berada di Vancouver pada pertandingan terakhir, dan kami di sini, dan kami akan siap untuk itu.”
Kendati satu poin sudah cukup bagi Kanada untuk menjuarai grup, Jesse Marsch menegaskan bahwa timnya tidak akan memperagakan permainan bertahan di stadion BC Place. Pelatih asal Amerika Serikat itu menolak pola pikir untuk mengincar hasil imbang sejak menit pertama.
“I merasa cara terburuk untuk mendapatkan hasil imbang adalah dengan bermain untuk hasil imbang.” Saya pikir Anda harus memasuki pertandingan dan bermain untuk menang, dan kemudian di tahap akhir pertandingan Anda dapat menggunakan pemain pengganti dan Anda dapat menggunakan taktik untuk mengelola apa yang Anda butuhkan dari pertandingan tersebut," tutur mantan pelatih Leeds United itu.
Oleh karena itu, ia memastikan anak asuhnya bakal tampil menyerang. “Jadi, mengelola hasil adalah bagaimana saya mengatakannya, jadi saya pikir kita akan memulai pertandingan ini, memasukinya dengan mentalitas dan taktik untuk menang.”
Guna menebalkan mental bertanding para pemain di panggung sekira dunia, Marsch mengungkapkan bahwa ia telah meminta bantuan dari mantan bintang basket NBA asal Kanada sekaligus pencinta sepak bola, Steve Nash, untuk memberikan motivasi kepada skuad asuhannya.
“Salah satu hal yang dibicarakan Steve adalah kombinasi ketegangan dan kebebasan, dan ketegangan itu tentang disiplin dan fokus serta konsentrasi untuk tetap berpegang pada rencana dan untuk mengetahui apa yang membuat kita menjadi diri kita sendiri,” kata Marsch menirukan pesan Nash.
“Kebebasan itu adalah untuk keluar dan bermain serta percaya pada diri sendiri dan mengejar permainan, dan selalu menunjukkan kepercayaan diri dan keyakinan diri. Saya sangat menyukai pesannya.”
Pertandingan penentuan ini diprediksi berjalan ketat mengingat Swiss juga membutuhkan poin penuh untuk mengamankan posisi mereka menuju babak gugur.
Editor : Redaksi Lombok Post