LombokPost - Kemenangan bersejarah Kanada atas Afrika Selatan di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menyisakan banyak cerita luar biasa. Selain keberhasilan mencetak sejarah lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya, laga di Los Angeles Stadium ini juga menjadi panggung emosional bagi kembalinya Alphonso Davies di lokasi tempat ia menderita cedera parah 15 bulan lalu. Namun, bintang utama yang paling disorot tentu saja Stephen Eustaquio, sang pencetak gol penentu di menit ke-92 yang membuat seisi stadion bergemuruh hebat.
Menariknya, Stephen Eustaquio membuat pengakuan mengejutkan usai laga berakhir. Gelandang andalan Kanada itu mengaku sama sekali tidak tahu bahwa gol indahnya tercipta tepat di ujung pertandingan. Kondisi Los Angeles Stadium yang megah namun menyulitkan pemain melihat papan skor membuat Stephen Eustaquio sempat kebingungan mencari tahu sisa waktu yang ada di lapangan.
”Stadion ini sangat menantang, saya rasa kami tidak bisa melihat papan waktu pertandingan dengan jelas. Saya bahkan tidak pernah melihatnya. Saya hanya mencoba menerka sisa waktu saat jeda hidrasi. Tapi ketika saya mencetak gol itu, saya tahu pertandingan sudah sangat dekat dengan akhir,” ungkap Stephen Eustaquio.
Baca Juga: Gol Telat Stephen Eustaquio Bawa Kanada Singkirkan Afrika Selatan di Piala Dunia 2026
Sebelum gol dramatis itu tercipta, laga sempat berjalan buntu karena Afrika Selatan memilih menumpuk pemain di lini belakang. Kanada berkali-kali frustrasi karena kesulitan menembus pertahanan rapat Bafana Bafana.
Ketika pertandingan dirasa akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, Stephen Eustaquio muncul sebagai pemecah kebuntuan. Berkat performa heroiknya, ia pun resmi dinobatkan sebagai Michelob Ultra Superior Player of the Match dalam laga krusial Piala Dunia 2026 ini.
Bagi Stephen Eustaquio, gol penentu kemenangan ini terasa sangat emosional karena dipersembahkan langsung untuk seluruh masyarakat Kanada. Penggawa bernomor punggung 7 itu menyebut kerja keras dan keyakinan tim menjadi kunci utama mereka bisa memulangkan Afrika Selatan. Skuad asuhan Jesse Marsch terus menekan tanpa henti hingga detik-detik terakhir demi mengamankan tiket babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Negara Ini Resmi Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Perlu Keringatan
”Kami bekerja sangat keras untuk meraih kemenangan ini. Kami benar-benar ingin mempersembahkan kemenangan ini untuk seluruh masyarakat Kanada. Kami hanya terus percaya dan terus menekan. Saat saya menembak bola, saya merasa seluruh warga Kanada ikut menembak bersama saya. Semua orang memberikan sedikit tenaga pada bola itu hingga bersarang di dalam gawang,” ujarnya dengan penuh emosional.
Catatan statistik menunjukkan bahwa ini merupakan gol pertama Stephen Eustaquio untuk timnas Kanada sejak akhir tahun 2023 silam. Gol ini juga menjadi gol keempatnya di tanah Amerika Serikat, setelah sebelumnya sukses mengemas tiga gol di ajang Concacaf Gold Cup 2021.
Tak berlebihan jika menyebut gol ke gawang Afrika Selatan di babak 32 besar Piala Dunia 2026 ini sebagai gol paling penting dan bersejarah sepanjang karier profesionalnya.
Meski tengah merayakan euforia kelolosan bersejarah di Piala Dunia 2026, Stephen Eustaquio enggan jemawa dan langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya. Di babak 16 besar nanti, Kanada akan menantang raksasa Eropa Belanda atau kekuatan Afrika Maroko.
Stephen Eustaquio menegaskan bahwa chemistry erat layaknya saudara di dalam skuad The Reds akan menjadi modal utama untuk kembali membuat kejutan besar di turnamen Piala Dunia 2026.
”Kami memiliki grup yang spesial, kami merasa seperti saudara. Ketika kami bertarung satu sama lain di lapangan, hal-hal spesial bisa terjadi. Saya sangat bahagia luar biasa saat ini, tapi tugas kami di Piala Dunia 2026 belum selesai,” pungkas Stephen Eustaquio.
Editor : Pujo Nugroho