Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tangis Hajime Moriyasu Pecah Usai Jepang Disingkirkan Brasil di Piala Dunia 2026: "Ini Malam Paling Menyakitkan"

Kimda Farida • Selasa, 30 Juni 2026 | 11:14 WIB
Hajime Moriyasu
Hajime Moriyasu

LombokPost--Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya setelah langkah Samurai Biru terhenti di Piala Dunia 2026 usai kalah dramatis dari Brasil.

Dalam pernyataannya seusai pertandingan, Moriyasu menyebut kekalahan tersebut sebagai salah satu momen paling menyakitkan sepanjang karier kepelatihannya. Jepang, menurutnya, hanya tinggal selangkah lagi mencetak sejarah sebelum akhirnya harus menerima kenyataan pahit.

"Ini adalah salah satu malam paling menyakitkan dalam karier saya. Kami hanya beberapa saat lagi menciptakan sejarah, tetapi sepak bola terkadang bisa sangat kejam. Saya hanya bisa merasa bangga kepada setiap pemain yang mengenakan seragam Jepang malam ini," ujar Moriyasu.

Pelatih berusia 57 tahun itu juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pendukung Jepang yang telah memberikan dukungan luar biasa sepanjang turnamen.

"Kepada seluruh pendukung Jepang, saya benar-benar minta maaf karena tidak bisa memberikan akhir yang kalian harapkan. Kami mendengar dukungan kalian, merasakan semangat kalian, dan kami berjuang hingga detik terakhir. Melihat air mata kalian sama menyakitkannya dengan kekalahan ini."

Moriyasu menegaskan dirinya tidak akan menyalahkan para pemain. Menurutnya, seluruh skuad telah mengerahkan kemampuan terbaik mereka saat menghadapi salah satu negara sepak bola terbaik di dunia.

Baca Juga: Pembangunan Berugaq Beleq di Kawasan Alun-alun Tioq Tata Tunaq Dipastikan Ditunda

"Saya menolak menyalahkan para pemain. Mereka memberikan segalanya—tenaga, keberanian, dan hati mereka. Mereka mampu bersaing melawan salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola dan membuat dunia percaya bahwa Jepang bisa mewujudkan hal yang tampaknya mustahil."

Ia juga menggambarkan suasana ruang ganti yang dipenuhi kesedihan setelah pertandingan berakhir.

"Di ruang ganti hanya ada air mata, keheningan, dan hati yang hancur. Itu terjadi karena para pemain benar-benar peduli. Mereka bermimpi membawa Jepang melangkah lebih jauh dari sebelumnya, dan melihat mimpi itu sirna di saat-saat terakhir akan selalu membekas."

Meski gagal melangkah lebih jauh, Moriyasu meminta para pemainnya tetap mengangkat kepala dan bangga atas pencapaian mereka.

"Saya mengatakan kepada para pemain untuk tetap tegak. Malam ini mungkin terasa seperti akhir, tetapi tim ini telah menunjukkan kepada dunia bahwa Jepang layak berada di jajaran elite sepak bola dunia. Kekalahan ini tidak menghapus semua pencapaian yang kami raih sepanjang turnamen."

Menutup pernyataannya, Moriyasu menyampaikan pesan penuh harapan kepada seluruh masyarakat Jepang.

"Untuk seluruh pendukung Jepang di mana pun berada, terima kasih telah percaya kepada kami. Kami pulang dengan hati yang hancur, tetapi juga dengan rasa bangga. Kami mungkin pulang malam ini, tetapi saya berjanji tim ini akan kembali lebih kuat, lebih lapar akan kemenangan, dan lebih bertekad dari sebelumnya."

Editor : Kimda Farida
#Jepang vs Brasil #FIFA World Cup 2026 #Hajime Moriyasu #piala dunia 2026 #timnas jepang