LombokPost--Mantan penyerang Uruguay, Luis Suárez, menyampaikan dukungannya terhadap para pemain Muslim yang memilih menutupi logo merek minuman beralkohol pada trofi atau penghargaan individu di ajang Piala Dunia.
Menurut Suárez, setiap pemain memiliki hak untuk mempertahankan keyakinan dan prinsip yang dianutnya, bahkan ketika berada di panggung sepak bola terbesar di dunia.
"Saya hanya memiliki rasa hormat kepada setiap pemain yang tetap setia pada keyakinannya, terutama di panggung terbesar sepak bola. Memenangi sebuah penghargaan memang membanggakan, tetapi tetap memegang teguh prinsip adalah sesuatu yang jauh lebih besar," ujar Suárez.
Pemain yang pernah memperkuat Barcelona, Liverpool, dan Atlético Madrid itu menilai sepak bola merupakan olahraga yang menyatukan orang-orang dari berbagai budaya, agama, dan latar belakang. Karena itu, perbedaan keyakinan seharusnya dihormati.
"Sepak bola dimainkan oleh orang-orang dari budaya, agama, dan latar belakang yang berbeda. Menghormati perbedaan itulah yang membuat sepak bola benar-benar menjadi olahraga global. Tidak seharusnya ada pemain yang dipaksa mengorbankan keyakinannya hanya demi sebuah foto."
Suárez juga menegaskan bahwa tindakan pemain Muslim menutupi logo alkohol bukanlah bentuk penolakan terhadap pihak lain, melainkan cara mereka menjalankan ajaran agama yang telah diyakini sepanjang hidup.
"Ketika pemain Muslim memilih menutupi logo alkohol, mereka bukan sedang menyerang siapa pun. Mereka hanya berpegang teguh pada nilai-nilai yang telah mereka jalani sepanjang hidup. Hal itu layak mendapatkan pengertian, bukan kritik."
Baca Juga: Presiden Korea Selatan Murka Usai Timnas Gagal di Piala Dunia 2026, KFA Terancam Diselidiki!
Menurutnya, salah satu keindahan sepak bola adalah kemampuannya menyatukan masyarakat dunia tanpa mengharuskan para pemain meninggalkan identitas maupun keyakinan mereka.
"Salah satu hal terindah dari sepak bola adalah olahraga ini mampu menyatukan dunia tanpa meminta pemain meninggalkan jati diri mereka. Rasa saling menghormati harus berjalan dua arah, dan momen seperti ini mengingatkan kita akan hal tersebut."
Di akhir pernyataannya, Suárez menekankan bahwa karakter seseorang akan selalu lebih bernilai daripada penghargaan yang diraih di lapangan.
"Pada akhirnya, trofi dan penghargaan memang akan dikenang, tetapi karakter akan bertahan selamanya. Tetap teguh pada keyakinan di bawah sorotan terbesar sepak bola mengirimkan pesan yang bisa menjadi inspirasi bagi jutaan anak muda di seluruh dunia."
Isu pemain Muslim yang menutupi logo minuman beralkohol saat sesi penyerahan penghargaan memang beberapa kali menjadi perhatian publik.
Tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap ajaran agama yang melarang promosi maupun keterlibatan dengan minuman beralkohol.
Editor : Kimda Farida