LombokPost – Ancaman krisis keuangan parah melanda raksasa Liga Arab Saudi, Al Nassr. Pemilik mayoritas klub, Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF), dilaporkan bergerak cepat menyiapkan tiga langkah darurat guna menyelamatkan stabilitas klub.
Langkah strategis ini diambil PIF untuk mencegah pembengkakan utang yang kian mengkhawatirkan di internal Al Nassr. Selain itu, skema ini disiapkan demi menjaga nilai komersial serta daya saing tim di tingkat domestik maupun Asia.
Poin pertama yang diambil PIF adalah membekukan sebagian kewenangan finansial manajemen eksekutif Al Nassr. Kebijakan ketat ini berdampak langsung pada penghentian perpanjangan kontrak pemain hingga aktivitas berburu amunisi anyar.
Baca Juga: Puji Setinggi Langit, Luis de la Fuente Sebut Cristiano Ronaldo Teladan Hidup
Manajemen Al Nassr kini dilarang keras menuntaskan transaksi belanja pemain baru jika tidak didukung likuiditas mandiri. Kondisi ini membuat manuver tim di pasar transfer mendadak lumpuh total sampai arus kas klub membaik.
Guna mengurai benang kusut krisis finansial Al Nassr, PIF juga resmi menunjuk tim konsultan independen di bidang keuangan, hukum, dan komersial. Konsultan ini bertugas memangkas pengeluaran yang tak efisien sekaligus mendongkrak pemasukan.
Baca Juga: Buka Peluang Angkat Kaki dari MU, Bruno Fernandes Menuju Galatasaray
Tak kalah mengejutkan, langkah teror orisinal yang disiapkan PIF adalah membuka opsi akuisisi Al Nassr. Saat ini sudah ada dua penawaran serius yang masuk, di mana pihak investor lebih condong memilih skema akuisisi parsial.
Jika skema akuisisi Al Nassr ini terwujud, klub bakal mengikuti jejak rivalnya, Al Hilal, yang lebih dulu dilepas secara parsial ke Kingdom Holding Company. Langkah ini diharapkan mampu menyuntikkan modal segar demi menyelamatkan Al Nassr.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Arriyadiyah