LombokPost - Rekor kemenangan beruntun Arsenal akhirnya terhenti secara mengejutkan di pantai selatan Inggris. Bertamu ke markas Brighton di Amex Stadium pada Sabtu lalu, Meriam London dipaksa bertekuk lutut usai menyerah tiga gol tanpa balas. Hasil ini menjadi kekalahan pertama tim asuhan Mikel Arteta setelah mengantongi tujuh kemenangan beruntun di awal musim.
”Sangat mengecewakan, baik dari segi performa maupun hasil akhir. Kita harus memberi kredit kepada Brighton atas cara mereka bermain dan bertanding hari ini,” ujar Mikel Arteta usai laga.
Tuan rumah Brighton tampil menekan sejak menit awal melalui permainan pressing yang sangat efektif. Situasi tersebut membuat para pemain Arsenal kesulitan mengembangkan permainan hingga harus tertinggal lebih dulu di pertengahan babak pertama. Rekor tidak tersentuh kekalahan sejak April lalu bagi Arsenal pun resmi berakhir di Amex Stadium.
Baca Juga: Cerita Christos Tzolis di Ruang Ganti Arsenal, Kaget Dukungan Fans dan Persahabatan Unik Tim
Mikel Arteta menilai anak asuhnya kehilangan fokus pada hal-hal mendasar sejak peluit pertama dibunyikan. Banyak duel perebutan bola pertama maupun kedua yang justru dimenangi oleh para pemain Brighton. Kegagalan mengeksekusi standar permainan dasar inilah yang membuat Arsenal langsung berada dalam tekanan sepanjang pertandingan.
Meski terpukul dengan hasil buruk ini, Mikel Arteta meminta skuad Arsenal tidak kehilangan arah. Manajer asal Spanyol itu ingin anak asuhnya menjadikan rasa sakit dari kekalahan pertama ini sebagai pelecut motivasi untuk laga-laga berikutnya. Kekalahan dari Brighton dinilai harus menjadi pelajaran berharga yang diambil secara serius oleh seluruh anggota tim.
”Kami harus merasakan kepedihan ini. Namun, situasi ini tidak akan mengurangi nilai dari apa yang telah dilakukan tim dalam beberapa pekan pertama musim ini,” tegas Mikel Arteta.
Baca Juga: Pembajakan Berhasil, Arsenal Resmi Amankan Striker Muda Liverpool Vincent Joseph
Perjalanan Arsenal di awal musim ini sebenarnya terbilang sangat solid sebelum tersandung di kandang Brighton. Kesiapan fisik para pemain sempat diragukan karena 18 pilar Arsenal baru kembali dari tugas World Cup di tahap akhir pra-musim. Meski begitu, Arsenal sebelumnya mampu tampil dominan dan bersaing di level tertinggi sebelum akhirnya tumbang di tangan Brighton.
Kini, fokus Mikel Arteta adalah mengevaluasi hasil minor Arsenal di Amex Stadium secara terpisah. Tim pelatih akan membedah setiap detail kesalahan sebelum meramu kembali strategi menyeluruh untuk menjaga persaingan di papan atas. Kekalahan dari Brighton dipandang bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan ujian penting bagi mentalitas juara Arsenal.
Editor : Pujo NugrohoSumber : Arsenal.com