KOTA BIMA-Lalu lintas kapal yang keluar masuk di Pelabuhan Soekarno Hatta Bima cukup padat pada Maret hingga November. Tidak heran, di bulan-bulan itu sekitar 10 hingga 20 kapal mengantre untuk bisa menyandar.
Kondisi itu diakui Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) KSOP Kelas IV Bima Syaifuddin. Menurut dia, panjang Pelabuhan Bima 245 meter. Itupun gabungan dari dua terminal.
’’Terminal 1 sepanjang 50 meter, itu dikelola Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bima. Sedangkan terminal 2 sepanjang 195 meter oleh PT Pelindo Cabang Bima,’’ sebutnya, kemarin.
Di terminal 1 , sehari hanya tiga sampai empat kapal yang bisa bersandar. Itupun tergantung cepat atau lambatnya bongkar muat. Karena kapasitasnya hanya cukup jadi sandaran satu kapal. ’’Kalau di dermaga terminal 2 bisa disandari sekaligus tiga kapal,’’ ujarnya.
Kapasitas dermaga yang terbatas ini sering dikeluhkan pemilik kapal. Karena semakin lama mereka antre, semakin tinggi biaya yang harus dikeluarkan. Belum Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kebutuhan lain selama mereka menunggu.
Keluhan itu sudah disampaikan ke Menteri Perhubungan (Menhub) dengan mengajukan anggaran perpanjangan dermaga. Sejauh ini belum direspon. Terutama, dermaga di terminal 1 yang dikelolah KSOP Bima. ’’Paling tidak penambahan 100 meter lagi, supaya bisa bersandar tiga kapal sekaligus,’’ harap dia. (gun/r8)
Editor : Galih Mps