KOTA BIMA-Ratusan orang Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kota Bima menggelar aksi damai menolak RUU Kesehatan. Omnibuslow kesehatan ini dinilai melemahkan.
Aksi yang bertajuk selamatkan kesehatan bangsa itu melibatkan dokter, perawat, apoteker, bidan dan PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia).
Aksi ini berlangsung di depan Kantor Walikota Bima yang menuntut dihentikannya pembahasan RUU Kesehatan Omnibuslow. "Kami hadir di sini meminta pemerintah untuk tidak melanjutkan pembahasan RUU Omnibuslow karena dinilai melemahkan dan merugikan profesi kedokteran dan tenaga kesehatan," ucap Korlap Aksi dr Ali, kemarin.
Selain dinilai dapat melemahkan para Nakes, dr. Ali juga menilai RUU Omnibuslow akan memberikan dampak buruk pelayanan kepada masyarakat. "Kemampuan dan kompetensi kesehatan semakin menurun dan melemahkan pelayanan kesehatan," tuturnya.
Aksi damai ini juga menolak UU Kesehatan yang diduga merupakan RUU pesanan asing dan kapitalis. Karena dinilai menjadi ancaman kriminalisasi tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Mereka menolak liberalisasi dan kapitalis kesehatan, memecah belah profesi kesehatan serta menuntut agar Menteri Kesehatan (Menkes) diturunkan karena dituding tidak mendengarkan profesi malah mengadu domba profesi.
"Harapan kami ya tentu tolak, tolak dan tolak RUU OBL ini direvisi ulang dan tidak ada pelemahan lagi terhadap profesi kesehatan. UU yang sudah ada semestinya jangan dirubah lagi," pintanya.
Setelah menggelar aksi damai depan kantor Walikota Bima, Aliansi Kesehatan kemudian longmach menuju kantor DPRD Kota Bima untuk menyampaikan aspirasi yang sama. (man/r8)
Editor : Galih Mps