Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Desa Samili, Bima, Tolak Pembangunan Alfamart

Galih Mps • Kamis, 11 Mei 2023 | 20:30 WIB
TOLAK: Warga Desa Samili, Kecamatan Woha, Bima memasang plang penolakan Alfamart di desa setempat.(Firman/Lombok Post)
TOLAK: Warga Desa Samili, Kecamatan Woha, Bima memasang plang penolakan Alfamart di desa setempat.(Firman/Lombok Post)

BIMA-Warga Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, menolak pembangunan Alfamart. Pelaku Usaha Menengah dan Mikro (UKM) khawatir keberadaan retail modern ini akan berdampak ada penurunan penghasilan.


Informasi yang dihimpun, rencana pembangunan Alfamart di Desa Samili sudah diwacanakan sejak 2022 lalu. Sejak itu pula rencana tersebut menuai penolakan dari warga setempat, terutama dari pelaku UKM.


Penolakan tersebut sudah terjadi kali ketiganya, Selasa (9/5). Sebenarnya, dari sisi administrasi pendirian Alfamart telah memenuhi syarat. Mulai dari izin HO, IMB hingga penyewaan tanah.


Kepala Desa Samili Bambang AB membenarkan warganya menolak pembangunan Alfamart. "Pro dan kontra sudah biasa terjadi," kata dia ditemui di kediamannya, kemarin.


Dia mengatakan, warga yang menolak dari pelaku UKM. Sementara yang mendukung berasal dari kalangan umum. Bambang mengakui, kehadiran Alfamart memecah belah keberadaan warganya.


"Pada prinsipnya saya sebagai kepala desa, tidak menginginkan terjadi kegaduhan apalagi pecah belah di tengah masyarakat. Saya tetap memenuhi keinginan warga," ujarnya.


Menyikapi pro dan kontra di tengah masyarakat, dia telah meminta agar pembangunan Alfamart dihentikan sementara. "Kita minta dipending sementara sembari kita mencari solusi yang terbaik," terangnya.


Sebagai solusi, pihaknya masih menunggu kehadiran perwakilan dari Alfamart untuk duduk bersama dengan warga. "Kalau saya tidak ingin bertahan, saya tidak ingin masyarakat ribut. Dari pada masyarakat ribut, lebih baik Alfamart keluar saja dari Samili," tegasnya. (man/r8)

Editor : Galih Mps
#Bima