Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Desak Pelaku Pencabulan Siswi SMA Ditangkap , Warga Woha Bima Blokade Jalan

M Islamuddin • Jumat, 5 Januari 2024 | 11:30 WIB

BLOKADE JALAN: Sejumlah warga di Kecamatan Woha Kabupaten Bima memblokade jalan, kemarin (4/1). Mereka menuntut pelaku pencabulan ditangkap.
BLOKADE JALAN: Sejumlah warga di Kecamatan Woha Kabupaten Bima memblokade jalan, kemarin (4/1). Mereka menuntut pelaku pencabulan ditangkap.

LombokPost-Sejumlah warga di salah satu desa di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima memblokade jalan, (4/1). Mereka mendesak Polres Bima segera menangkap pelaku pencabulan anak di bawah umur inisial T, 45 tahun.

Blokade jalan yang berlangsung sekitar pukul 12.00 Wita itu tidak berlangsung lama. Pihak kepolisian membuka blokade jalan setelah dilakukan pendekatan.

Anggota BPD desa setempat Helmi mengatakan, aksi blokade jalan itu dilakukan karena kecewa dengan pernyataan pihak keluarga pelaku yang terkesan memprovokasi. Kemudian, sepeda motor yang dipakai pelaku saat kabur kini terlihat dipakai anak kandungnya. Hal itu memicu reaksi warga hingga terjadinya aksi blokade jalan.

“Dari mana anaknya mendapat sepeda motor kalau bukan dikasi sama pelaku. Artinya, mereka mengetahui keberadaan pelaku. Kuat dugaan keberadaan terduga pelaku sengaja disembunyikan,” duga Helmi.

Pihak keluarga berharap, pelaku secepatnya ditangkap. Jika dalam waktu tiga hari ke depan pelaku belum ditangkap, warga mengancam akan kembali melakukan blokade jalan.

“Itu harapan warga. Apalagi beredar kabar bahwa pelaku berada di salah satu desa di Kecamatan Woha. Bahkan beberapa hari lalu, pelaku ditemukan sejumlah warga yang mencari jangkrik di area persawahan di wilayah Kalampa, Woha,” sebutnya.

Sebelumnya warga juga merusak rumah terduga pelaku. Diketahui, kasus pencabulan itu terjadi pada saat malam pergantian tahun baru 2024 di kediaman korban, Senin dini hari (1/1).

Kejadian itu bermula saat korban dan adiknya ditinggal kedua orang tuanya. Saat kejadian, adik korban pergi merayakan malam tahun baru bersama teman sebayanya. Sementara korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA itu sendirian di rumah.

Melihat korban sendirian, pelaku melancarkan aksinya dengan modus menyuruh korban masuk ke rumah, mengingat sudah larut malam. Korban pun menuruti perintah pelaku. Tanpa basa-basi pelaku langsung mengikuti dan mencabuli korban. Pelaku mengancam korban jika keinginannya tidak dipenuhi.

Perbuatan pelaku rupanya diketahui warga yang curiga dengan gelagat pelaku menyuruh korban masuk ke rumah. Sadar perbuatanya diketahui warga, pelaku kabur.

Sejumlah warga berusaha mencari pelaku, namun tidak membuahkan hasil. Peristiwa itu pun disampaikan ke orang tuanya, kemudian kasus ini dilaporkan ke polisi. (jlo/r8)

Editor : Rury Anjas Andita
#blokade #Bima #Pencabulan