Penyebab Kematian Akbar Masih Misteri, Dilaporkan Hilang Sejak malam Pergantian Tahun
M Islamuddin• Selasa, 9 Januari 2024 | 12:26 WIB
EVAKUASI: Jenazah korban Muhammad Akbar saat dievakuasi di Pulau Kambing, Sabtu (6/1).(ISTIMEWA/LOMBOK POST)
LombokPost-Identitas mayat yang ditemukan mengapung di tepi pantai Pulau Kambing Kota Bima akhirnya terungkap. Korban merupakan bernama Muhammad Akbar warga asal Desa Ndano Kecamatan Madapangga yang sebelumnya dilaporkan hilang awal tahun 2024.
Identitas korban baru diketahui setelah dipastikan oleh sejumlah keluarga saat proses identifikasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima, Sabtu (6/1/2024). Mereka dapat mengenal melalui tanda-tanda fisik dan celana dalam yang dikenakan korban.
"Iya mayat tanpa identitas itu adik saya. Tadi sore mayatnya sudah dimakamkan di tempat asal orang tuanya di TPU Desa Rupe Kecamatan Langgudu," kata Fitria sepupu korban.
Penyebab kematian korban hingga kini masih misteri. Namun keluarga menduga bahwa Muhammad Akbar korban pembunuhan oknum yang tak bertanggung jawab.
Dugaan tersebut diperkuat dengan kejanggalan fakta yang ditemukan di lapangan. Seperti motor korban ditemukan pagi hari sedang terparkir di pantai Taman Panda Desa Panda Kecamatan Palibelo.
Kemudian saat mayatnya ditemukan, tubuh korban dalam kondisi tidak mengenakan celana dan baju. Keluarga menanyakan, lantas hilang kemana pakaian termasuk handphone milik korban.
Mewakili keluarga, Fitria berharap kasus yang menimpa adiknya dapat diusut tuntas oleh pihak kepolisian. Karena korban meninggal secara tak wajar dan penuh kejanggalan. "Kami harap polisi usut tuntas kasusnya," harap dia.
Diberitakan sebelumnya, mayat korban ditemukan mengapung oleh seorang nelayan di pinggir pantai Pulau Kambing perairan teluk Bima, Sabtu dini hari (6/1/2024). Selanjutnya dievakuasi oleh Pos SAR bersama tim gabungan TNI-Polri ke RSUD Bima.
"Mayat korban tanpa identitas ditemukan dalam kondisi mengapung tepi pantai sebelah kiri Pulau Kambing. Setelah dievakuasi, kita bawa ke RSUD Bima untuk diidentifikasi," kata Koordinator Pos SAR Bima Ariansyah Sosilo, Sabtu (6/1). (gun/jlo/r8)