Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Innalilahi, Satu Lagi Jamaah Haji Asal Bima Meninggal saat Transit di Medan

M Islamuddin • Rabu, 10 Juli 2024 | 09:58 WIB
SELAMAT DATANG KEMBALI: Para jamaah haji Kloter 6 asal Lotim, Sumbawa Barat dan Sumbawa saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Lombok, di akhir Juni lalu. (KANWIL KEMENAG NTB FOR LOMBOK POST)
SELAMAT DATANG KEMBALI: Para jamaah haji Kloter 6 asal Lotim, Sumbawa Barat dan Sumbawa saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Lombok, di akhir Juni lalu. (KANWIL KEMENAG NTB FOR LOMBOK POST)
 
LombokPost-Jamaah haji asal asal Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Bima, Nurmi Hasan Ndua, 76 tahun meninggal dunia saat transit di Medan, Sumatera Utara, Senin (8/7).
 
Ketua Tim Akomodasi, Transportasi dan Perlengkapan Haji Bidang PHU Kanwil Kemenag NTB Ali Sahbana mengatakan, Nurmi Hasan Ndua meninggal sekitar pukul 01.32 Wita.
 
Almarhumah menghembuskan nafas terakhir saat dirawat di Rumah Sakit Medan, Sumatera Utara. 
 
"Almarhumah tergabung di kloter 12. Beliau sempat dilarikan ke rumah sakit saat transit di Bandara Kualanamu Medan dalam perjalanan pulang dari Madinah menuju Lombok, akibat radang paru-paru,” kata Ali, Selasa (9/7).
Baca Juga: Jaksa Selidiki Dugaan Korupsi Anggaran Motocross Lombok-Sumbawa Tahun 2023
 
Sebelumnya, seorang jamaah haji asal Bima bernama Sarujin juga dikabarkan wafat di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (2/7).
 
Jamaah haji asal Desa Baralau, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima meninggal jelang keberangkatan kembali ke tanah air.
 
Kakek berusia 80 tahun ini sempat naik pesawat dan duduk bersama sang istri, Halimah, 80 tahun serta rombongan untuk persiapan terbang.
 
Baca Juga: Pj Gubernur NTB Dr Hassanudin dan BPH Migas Teken PKS Pengendalian BBM
 
Beberapa saat sebelum pesawat lepas landas, Sarujin tiba-tiba lemas dan tak berdaya.
 
"Penyakitnya kambuh. Beliau memang menderita stroke dan asma," kata Kepala Desa Baralau, Abdul Munir beberapa waktu lalu.
 
Karena kondisinya tidak memungkinkan untuk terbang, Sarujin kemudian disarankan petugas pesawat agar menunda keberangkatan. 
 
Sarujin dilarikan ke rumah sakit. Sementara pesawat yang ditumpangi istri dan rombongan terbang menuju tanah air.
Baca Juga: Temui Warga Rembiga, Karman Dapat Dukungan Maju Pilwakot Mataram
 
Beberapa jam setelah ditangani secara intensif, Sarujin kemudian dinyatakan meninggal dunia oleh dokter rumah sakit setempat. Di hari yang sama, jasad almarhum  dimakamkan di Pemakaman Soraya, Mekkah.
 
"Setelah dikafani, almarhum kemudian dimakamkan di Pemakaman Soraya, Mekkah," katanya.
 
Halimah baru mengetahui sang suami meninggal dunia ketika tiba di Bandara Udara Internasional Lombok (Bizam), Selasa malam (2/7).
 
Dia menerima kabar duka itu setelah dihubungi  pihak keluarga dari Desa Baralau. (gun/r8)
Editor : Kimda Farida
#Haji #Bima #jamaah