LombokPost-Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan menggelar Apel Siaga dan Simulasi Bencana.
Kepala Diskominfotik Kota Bima Muhammad Hasyim mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi tanggap bencana bersama seluruh unsur Forkopimda dan instansi terkait.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Bima, curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang diperkirakan terjadi pada November hingga Februari 2026.
“Belajar dari pengalaman banjir besar tahun 2006 dan banjir bandang 2016, potensi serupa bisa saja terulang. Karena itu, kita perlu mempersiapkan seluruh sumber daya dan sarana yang dimiliki agar siap menghadapi kemungkinan terburuk,” kata Hasyim.
Dia menegaskan, peningkatan kewaspadaan menjadi hal mutlak bagi seluruh pihak. “Kita semua tentu tidak ingin bencana seperti banjir bandang terulang kembali. Namun mau tidak mau, kita harus siap siaga menghadapi segala kemungkinan,” tegasnya.
Menurut Hasyim, potensi bencana banjir tidak hanya mengancam Kota Bima, tetapi juga wilayah sekitarnya seperti Kabupaten Bima dan Dompu.
Sesuai arahan Gubernur NTB, setiap kepala daerah diminta meningkatkan status darurat bencana dan memperkuat koordinasi lintas wilayah.
“Saat ini Pemkot Bima tengah menyiapkan langkah menaikkan status darurat kebencanaan melalui Keputusan Wali Kota. Beberapa hal teknis juga sudah disiapkan, mulai dari penyediaan dua dapur umum induk di BPBD dan Dinas Sosial, logistik, obat-obatan, hingga kesiapan personel,” jelasnya.
Dia menambahkan, salah satu fokus utama dalam masa siaga bencana adalah penguatan arus informasi satu pintu agar masyarakat mendapat informasi cuaca dan kebencanaan secara akurat.
“Informasi akan disalurkan melalui struktur resmi di bawah koordinasi BPBD, yang melibatkan Dinas Kominfotik, BMKG, relawan bencana, dan Tim Siaga Bencana Kelurahan (TSBK),” ujarnya.
Sebagai bentuk kesiapan, Pemkot Bima akan melibatkan sebanyak 935 personel dalam apel siaga dan simulasi bencana, 19 November nanti. Kegiatan tersebut akan diikuti oleh unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, relawan, dan organisasi kebencanaan lainnya.
“Apel siaga ini menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas sektor dan mempercepat respons penanganan bencana di lapangan,” pungkas Hasyim
Editor : Jelo Sangaji