Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diramaikan 19 Etnis, Festival Warna-Warni Kota Bima Masuk Kalender Event NTB

M Islamuddin • Senin, 17 November 2025 | 10:23 WIB
Belasan etnis menyemarakkan Festival Warna-Warni Kota Bima tahun ke-3, akhir pekan lalu.
Belasan etnis menyemarakkan Festival Warna-Warni Kota Bima tahun ke-3, akhir pekan lalu.

LombokPost-Festival Warna-Warni Kota Bima 2025 berlangsung meriah di Destinasi Pantai Lawata, akhir pekan lalu. Gelaran budaya tahunan ini diikuti 19 etnis, 14–15 November.

Pembukaan festival diawali parade budaya yang menampilkan kekayaan 19 etnis paguyuban di Kota Bima. Setiap etnis menyajikan tarian, pakaian adat, dan atraksi khas daerah masing-masing, menambah warna malam pembukaan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima Sukarno mengatakan, Festival Warna-Warni kini memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Tahun ini menjadi istimewa karena resmi masuk dalam calendar of event Provinsi NTB.

“Ini kebanggaan bagi kami. Ke depan, festival ini akan terus kami dorong agar masuk kalender event nasional," katanya, Minggu (16/11).

Keberadaan 19 etnis di Kota Bima memberi kontribusi besar terhadap kemajuan pembangunan dan memperkuat kerukunan.

"Peran paguyuban selama ini telah memperkuat persaudaraan dan menjadi bagian penting dalam dinamika sosial Kota Bima," jelasnya.

Asisten II Setda Kota Bima Supratman mengapresiasi kepada seluruh etnis yang terlibat dalam festival tersebut.

“Kita patut berbangga karena Festival Warna-Warni Kota Bima telah masuk calendar of event NTB. Ini bukan hanya penghargaan, tetapi juga pengakuan bahwa festival ini memiliki nilai budaya, kreativitas, dan daya tarik yang layak dipromosikan lebih luas,” ungkap dia.

Pengakuan tersebut, lanjut Supratman, membuka peluang promosi yang lebih besar bagi Kota Bima.

Publikasi lebih luas, branding kota semakin kuat, dan potensi kunjungan wisatawan dapat meningkat, membawa dampak bagi UMKM, kuliner, dan ekonomi kreatif.

“Setiap penampil seni, setiap paguyuban, dan setiap stand UMKM adalah duta kecil promosi daerah. Festival ini menjadi panggung kebhinekaan dan perayaan harmoni dari 19 etnis yang hidup berdampingan,” tegasnya.

Supratman menambahkan, ragam budaya yang tampil dalam festival membuktikan Kota Bima tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga kekuatan budaya yang terbuka, ramah, dan unik di mata wisatawan.

Pada kesempatan yang sama, kegiatan pembukaan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada lima petani tembakau dari lima kelurahan, yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan jaminan kematian dan risiko sosial ekonomi kepada ahli waris petani tembakau.

Editor : Jelo Sangaji
#Kota Bima #festival warna warni kota bima #Bima #kalender event ntb