LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melakukan kunjungan kerja ke Kota Bima sebagai bagian dari upaya pemerataan pelayanan hingga ke ujung Pulau Sumbawa.
Dia menegaskan komitmennya untuk menjangkau seluruh wilayah NTB secara adil selama masa kepemimpinannya.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Mamiq Iqbal menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Kota dan Kabupaten Bima yang masih banyak mengalami kerusakan, bahkan ada yang tergolong parah.
Baca Juga: APBD Terbatas, DPR RI Dorong Pemda Manfaatkan APBN Perbaiki Jalan Rusak
Di antaranya, ruas jalan di Kecamatan Parado yang retak akibat diterjang banjir, serta jalan provinsi di Soromandi yang telah bertahun-tahun dalam kondisi rusak.
“Memang kami belum bisa berbuat banyak untuk Kota Bima, Kabupaten Bima dan daerah lainnya di NTB karena keterbatasan anggaran. Tetapi tidak mengurangi semangat kami untuk memperbaiki segala sesuatunya, termasuk memperbaiki kondisi hutan yang semakin parah,” katanya, Selasa (3/3).
Iqbal memaparkan, berdasarkan data terdapat 81 ruas jalan provinsi di NTB dengan total panjang 934,55 kilometer yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Baca Juga: Pemprov NTB Bergerak Cepat Tangani Jalan Rusak Praya–Keruak
Jalan-jalan tersebut menjadi kewenangan pemerintah provinsi untuk menghubungkan ibu kota provinsi dengan kabupaten/kota.
Dari total panjang tersebut, sekitar 14 kilometer mengalami kerusakan parah akibat hantaman banjir.
“Saya masih ingat sebelum kami dilantik, terjadi banjir tahun 2025 di Kabupaten Bima. Kita sempat memperbaiki beberapa jembatan dan jalan. Tetapi begitu musim hujan berikutnya datang, jalan hancur lagi, jembatan hancur lagi. Hari ini ada puluhan kilometer jalan provinsi yang rusak berat karena bencana banjir,” ungkapnya.
Baca Juga: Dewan Lombok Barat Sebut Jalan Rusak di Langko, Lembah Sempage dan Sedau Butuh Penanganan Mendesak
Selain infrastruktur, gubernur juga menyinggung pentingnya menjaga keseimbangan alam. Dia menegaskan, pembangunan infrastruktur dan upaya pemulihan lingkungan harus berjalan beriringan agar keseimbangan alam tetap terjaga di tengah tantangan keterbatasan anggaran dan dampak perubahan iklim.
“Kerusakan alam bukan semata karena takdir, tetapi akibat ulah manusia. Karena itu, mari kita menanam kembali lahan-lahan kosong dan menjaga lingkungan demi generasi mendatang”, ajaknya. Gubernur Iqbal juga berjanji mengirimkan 2.000 bibit pohon untuk ditanam di wilayah setempat.
Editor : Kimda Farida