Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kota Bima Didorong Jadi Kota Kreatif, Pawai Rimpu Dikuti 85 Ribu Peserta

M Islamuddin • Senin, 27 April 2026 | 16:14 WIB
TUMPAH RUAH: Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri (tengah), Wali Kota Bima HA Rahman dan Wakil Wali Kota Feri Sofiyan ikut memeriahkan pawai Rimpu, Sabtu (25/4). (Diskominfotik Kota Bima For Lombok Post)
TUMPAH RUAH: Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri (tengah), Wali Kota Bima HA Rahman dan Wakil Wali Kota Feri Sofiyan ikut memeriahkan pawai Rimpu, Sabtu (25/4). (Diskominfotik Kota Bima For Lombok Post)

LombokPost - Ribuan masyarakat tumpah ruah memenuhi ruas jalan dalam pawai Rimpu di Kota Bima, Sabtu (25/4). Para peserta menampilkan keindahan busana rimpu sebagai warisan budaya khas Bima.

Acara puncak Festival Rimpu Mantika ini dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dinda Dhamayanti Putri, perwakilan Kementerian Pariwisata Joko Suharbowo, dan Tenaga Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis Gemintang Kejora Malarangeng.

Wali Kota Bima HA Rahman bersama Wakil Wali Kota Feri Sofiyan turut berjalan kaki mengikuti pawai. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima mencatat lebih dari 86 ribu peserta mendaftar dan berpartisipasi dalam Pawai Rimpu tahun ini. Rute pawai dimulai dari Paruga Nae dan berakhir di halaman Istana Kesultanan Asi Mbojo.

Baca Juga: Rimpu Mantika 2026, Manifestasi Budaya Bima yang Mendunia di Panggung Karisma Event Nusantara

Wali Kota Bima HA Rahman menegaskan, Pawai Rimpu tidak hanya diramaikan oleh perangkat daerah, kelurahan, dan sekolah, tetapi juga melibatkan organisasi, perguruan tinggi, instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta pelaku dunia usaha.

“Ini adalah bukti nyata kebersamaan dan kecintaan kita terhadap budaya daerah. Rimpu bukan hanya identitas, tetapi juga kekuatan untuk mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Wali Kota.

Dia meminta agar pelaksanaan Festival Rimpu Mantika ke depan dapat terus ditingkatkan, baik dari segi kualitas penyelenggaraan maupun partisipasi masyarakat, sehingga mampu menjadi agenda budaya unggulan yang lebih besar dan mendunia di tahun-tahun mendatang. Menurut dia, festival ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi panggung identitas, ruang ekspresi, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Proyek Lapangan Serasuba Rampung, Siap Dipakai untuk Pawai Rimpu

“Festival ini menunjukkan budaya bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga merupakan investasi masa depan,” jelasnya.

Pengalaman tahun lalu menunjukkan Festival Rimpu Mantika mampu meningkatkan kunjungan masyarakat secara signifikan, berdampak langsung pada okupansi penginapan, transportasi lokal, hingga penjualan produk ekonomi kreatif. “Artinya, pawai rimpu bukan hanya warisan budaya, tetapi juga mesin ekonomi rakyat,” tegasnya.

Dia juga menekankan, rimpu merupakan simbol perempuan Bima yang beradab, berbudaya, dan bermartabat. Ribuan masyarakat yang mengenakan rimpu dalam festival ini menjadi pesan kuat kepada dunia bahwa modernitas tidak harus meninggalkan identitas.

Baca Juga: Peserta Festival Rimpu Mantika Ditargetkan 85.000 Orang, Dihadiri Menpar dan Persiapan Mencapai 90 Persen

Ke depan, Festival Rimpu Mantika diharapkan berkembang tidak hanya sebagai agenda tahunan, tetapi juga menjadi pusat penguatan ekonomi kreatif, ruang tumbuh generasi muda pecinta budaya, serta identitas kebanggaan masyarakat Bima di tingkat global.

“Mari kita jaga budaya ini bersama, Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Budaya akan hidup jika masyarakatnya bangga mengenakannya, mencintainya, dan mewariskannya,” katanya.

Wagub NTB Inda Dhamayanti Putri mengatakan, festival ini tidak hanya merayakan keindahan budaya, tetapi juga memperkuat nilai-nilai luhur masyarakat dalam menghadapi arus globalisasi.

"Saya berharap kegiatan ini mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Strategi Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Abdul Malik, menyebut, Festival Rimpu Mantika sebagai peluang besar yang harus dijaga, khususnya oleh generasi muda.

“Festival ini bukan hanya panggung hiburan, tetapi juga peluang ekonomi yang bernilai bagi masyarakat,” ujarnya. (gun/r5)

Editor : Redaksi
#Rimpu #warisan budaya #Bima #pawai #Pariwisata