Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkot Bima Jajaki Kerja Sama dengan Kota Ichinoseki Jepang, Buka Peluang Kerja hingga Pertukaran Pelajar

Jelo Sangaji • Selasa, 7 Juli 2026 | 09:58 WIB
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin (enam kiri) berfoto bersama dengan pemerintah Kota Ichinoseki, Jepang di aula Parenta kantor wali kota setempat, Senin (6/7).
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin (enam kiri) berfoto bersama dengan pemerintah Kota Ichinoseki, Jepang di aula Parenta kantor wali kota setempat, Senin (6/7).

 

LombokPost-Pemkot Bima terus memperluas kerja sama internasional. Kali ini, mereka menjajaki kemitraan dengan Pemerintah Kota Ichinoseki, Jepang, yang difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), ketenagakerjaan, pendidikan, pertukaran budaya, hingga peluang investasi.

Penjajakan kerja sama itu dibahas dalam pertemuan virtual melalui Zoom Meeting di Aula Parenta Kantor Wali Kota Bima, Senin (6/7). 

Wali Kota Ichinoseki Yoshihito Sato menyebut, saat ini terdapat sekitar 223 warga negara Indonesia yang menetap di Kota Ichinoseki dan jumlahnya diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya kebutuhan tenaga kerja.

"Kota Ichinoseki memiliki sekitar 4.846 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, manufaktur, konstruksi, hingga industri makanan dan minuman," kata dia via zoom.

Baca Juga: Wali Kota Bima Sentil ASN Malas, OPD Diminta Kolaborasi Dongkrak PAD

Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, Pemerintah Kota Ichinoseki berencana mengunjungi Kota Bima, 5 Oktober nanti. Delegasi yang terdiri dari sekitar 15 orang, termasuk unsur pemerintah dan perwakilan perusahaan Jepang, dijadwalkan meninjau sejumlah sekolah serta melihat langsung potensi SDM di Kota Bima.

Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin mengatakan, kerja sama dengan Kota Ichinoseki merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing generasi muda, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat Kota Bima ke pasar kerja internasional.

"Kerja sama ini diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak muda Kota Bima untuk belajar, meningkatkan kompetensi, sekaligus memperoleh pengalaman bekerja di Jepang," kata Wali Kota.

Baca Juga: Wali Kota Bima Buka Suara soal Istri dan Kerabat Jadi Pejabat: Tak Ada Jalan Pintas, Semua Lewat Uji Kompetensi

Dia menegaskan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang. Ini sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kesempatan bekerja di luar negeri.

"Kami optimistis mampu menyiapkan tenaga kerja yang kompeten. Dengan jumlah penduduk sekitar 165 ribu jiwa, Kota Bima memiliki potensi SDM yang besar untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja di Jepang," ujarnya.

Wali Kota Bima juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah menerima kunjungan delegasi Jepang. Di Kota Bima telah tersedia sekolah bahasa Jepang yang menjadi salah satu modal penting dalam mempersiapkan calon tenaga kerja.

"Hal ini merupakan wujud kepercayaan Pemerintah Jepang kepada Kota Bima, dan kami siap menyambut kunjungan tersebut dengan sebaik-baiknya," katanya.

Perwakilan Pemerintah Kota Ichinoseki Shimizu menjelaskan, sejumlah perusahaan di Kota Ichinoseki maupun wilayah lain di Jepang masih membutuhkan tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia. "Program tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pengembangan kualitas SDM," jelas dia.

Baca Juga: Pembangunan Mega Proyek RSUD Kota Bima Molor, PPK Sebut Cuaca hingga Libur Nasional Jadi Kendala

Shimizu menerangkan, calon peserta akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama sekitar tujuh bulan di Indonesia. Selain itu, peserta juga harus menyelesaikan berbagai persyaratan administrasi, seperti pengurusan paspor, pemeriksaan kesehatan, dan dokumen pendukung lainnya.

"Setelah tiba di Jepang, peserta masih akan menjalani masa adaptasi dan penyelesaian administrasi selama kurang lebih enam bulan sebelum mulai bekerja secara penuh," terangnya.

Shimizu menegaskan ruang lingkup kerja sama tidak hanya mencakup penempatan tenaga kerja, tetapi juga pertukaran pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, pertukaran budaya, hingga pengembangan sektor pariwisata.

Editor : Jelo Sangaji
#pemerintah kota ichinoseki #jepang #Bima #Pemkot Bima