LombokPost-Cuaca panas ekstrem yang disertai potensi angin kencang menjadi perhatian serius Pemkot Bima.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu sejumlah bencana, mulai dari kebakaran, kekeringan, pohon tumbang hingga kerusakan fasilitas umum.
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin meminta seluruh aparatur kecamatan dan kelurahan tidak bersikap pasif menghadapi kondisi cuaca tersebut. Camat dan lurah diminta turun langsung memastikan kondisi wilayah masing-masing.
“Saya minta Camat dan Lurah untuk benar-benar turun dan memastikan kondisi wilayahnya. Pantau lingkungan, identifikasi titik-titik yang rawan kebakaran, pohon yang berpotensi tumbang, serta kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian akibat cuaca ekstrem,” kata Aji Man sapaan akrab wali kota, Senin (7/9).
Baca Juga: Pemkot Bima Gandeng BPKP Perkuat Pengawasan Anggaran dan Cegah Penyimpangan
Menurutnya, langkah antisipasi harus dilakukan sebelum terjadi bencana. Aparatur kewilayahan diminta memetakan titik rawan dan segera berkoordinasi apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Koordinasi juga harus diperkuat dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, aparat keamanan, serta perangkat daerah terkait lainnya.
"Cuaca panas ekstrem tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran. Angin kencang juga dapat menyebabkan pohon tumbang, merusak atap rumah maupun fasilitas umum, serta membahayakan aktivitas warga," jelasnya.
Masyarakat pun diminta ikut meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya dengan tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran.
Kondisi lingkungan sekitar rumah juga perlu diperiksa. Pohon-pohon besar, papan reklame, atap rumah dan benda lain yang mudah terbawa angin harus dipastikan dalam kondisi aman.
“Kita harus mengedepankan pencegahan. Jangan sampai setelah terjadi musibah baru kita bergerak. Saya minta seluruh jajaran pemerintah, mulai dari kecamatan sampai kelurahan, bersama masyarakat membangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” ujar dia.
Selain ancaman bencana, cuaca panas ekstrem juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Warga diimbau memperbanyak konsumsi air minum dan mengurangi aktivitas di bawah terik matahari dalam waktu lama. Masyarakat juga diminta segera mendapatkan pertolongan apabila mengalami gangguan kesehatan akibat paparan panas.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Seluruh perangkat daerah dan aparatur kewilayahan diminta responsif terhadap perkembangan cuaca," kata Aji Man.
Setiap kejadian yang berpotensi membahayakan masyarakat harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.
“Mari kita jaga Kota Bima bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kewaspadaan, kepedulian dan gotong royong masyarakat menjadi kunci untuk menghadapi cuaca ekstrem ini,” pungkasnya.
Editor : Jelo JSumber : Lombok Post