Penyebab Kebakaran 358 Hektare Lahan Kawasan TN Tambora Diselidiki

Jelo J • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 17:00 WIB
Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tambora, Kabupaten Dompu, akhir pekan lalu.
Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tambora, Kabupaten Dompu, akhir pekan lalu.

LombokPost-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas di kawasan Taman Nasional Tambora (TNT), Kabupaten Dompu. Hingga akhir pekan lalu, area terdampak kebakaran di wilayah Resor Piong tercatat mencapai sekitar 358,16 hektare.

Titik api kembali terpantau sejak Rabu (9/9) di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Kore dan SPTN II Pekat.

Kepala Balai Taman Nasional Tambora Abdul Azis Bakry mengatakan, di SPTN I Kore Resor Piong, api terpantau dari arah jalur Hutan Tanaman Industri (HTI) Labu Nae menuju Doro Tabe Nae. Api kemudian berkembang ke arah selatan dan barat daya hingga mendekati Pos 2 dan Pos 3 Jalur Pendakian Piong.

“Berdasarkan pemantauan dan pengukuran terakhir pada 11 September 2026, area terdampak teridentifikasi sekitar 358,16 hektare,” sebut Abdul dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/9).

Baca Juga: Ketua Dewan Minta Bupati Dompu Segera Lantik 11 JPT: Jangan Terlalu Lama OPD tanpa "Driver Utama"

Petugas menghadapi medan berat dalam upaya memadamkan api. Sejumlah titik kebakaran tidak bisa dijangkau menggunakan kendaraan sehingga petugas harus berjalan kaki selama lima hingga enam jam. "Jalur yang dilalui berupa jurang, punggungan bukit hingga medan terbuka," ujarnya.

Pemantauan dan pemadaman dilakukan mulai siang hingga malam dengan mempertimbangkan arah angin, perkembangan api, kondisi medan serta keselamatan personel.

“Petugas tetap berupaya maksimal meskipun akses menuju lokasi cukup berat. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas karena kondisi angin, medan, dan jarak tempuh sangat menentukan langkah pemadaman di lapangan,” ujarnya.

Kebakaran tidak hanya terjadi di Resor Piong. Api juga membakar kawasan Jalur Pintu Walet Timur Hodo, Grid 67–68, Zona Rimba.

Luas kawasan yang terdampak di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 37,34 hektare.

Petugas melakukan pemadaman secara manual sekaligus membuat sekat bakar untuk menghambat pergerakan api. "Vegetasi yang terdampak meliputi ilalang, serasah, semak belukar, kesambi, luhu, sonokeling, safari bura hingga saroe," jelasnya.

Di tengah upaya pemadaman, Balai Taman Nasional Tambora juga mulai menelusuri penyebab kebakaran. Dugaan awal di Resor Piong mengarah pada aktivitas penggembalaan ternak. Petugas mendalami kemungkinan penggunaan api untuk menggiring ternak maupun membakar vegetasi tertentu guna merangsang tumbuhnya tunas baru sebagai pakan.

Sementara di wilayah SPTN II Pekat, petugas menemukan bekas umban atau bahan pengasapan yang biasa digunakan dalam aktivitas pencarian madu di sekitar lokasi kebakaran. "Temuan tersebut menjadi petunjuk awal yang kini didalami," tegas dia.

Namun, Balai Taman Nasional Tambora belum menyimpulkan penyebab kebakaran maupun menetapkan pihak yang bertanggung jawab. “Temuan-temuan tersebut menjadi salah satu bahan pendalaman terkait dugaan penyebab kebakaran,” kata Abdul.

Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan sumber api serta aktivitas yang memicu kebakaran. "Kami juga terus melakukan pemantauan dan pemadaman agar api tidak kembali meluas ke kawasan lainnya," tandasnya.

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
Tambora kebakaran lahan Balai TN Tambora karhutla