Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh Simbol Persahabatan RI-Tiongkok

Alfian Yusni • Rabu, 1 November 2023 | 11:33 WIB
Kereta Cepat Jakarta-Bandung melambangkan persahabatan Tiongkok-Indonesia(foto:huanqiu.com)
Kereta Cepat Jakarta-Bandung melambangkan persahabatan Tiongkok-Indonesia(foto:huanqiu.com)

LombokPost- Selama beberapa tahun terakhir, Tiongkok memang agresif mengembangkan banyak proyek di luar negeri melalui bendera Belt & Road Initiative (BRI).

  Merupakan sebuah inisiatif dari Tiongkok yang melibatkan investasi besar-besaran, terutama ke proyek-proyek infrastruktur.

 Memperkenalkan BRI pada 2013. Ada dua bagian utama dalam inisiatif ini. Pertama, Sabuknya (Belt), yang menghubungkan Tiongkok ke Asia Tengah dan Selatan, serta Eropa. Kedua, Jalannya (Road), yang menghubungkan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu ke Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika Timur dan Utara, serta Eropa.

  Inisiatif sabuk dan jalan (belt and road initiative/BRI), sebuah proyek penting yang menandai diplomasi ekonomi Tiongkok, telah memasuki usia satu dekade.

 Bagi Indonesia, BRI lebih dari sekadar strategi pembangunan lintas benua.

  Indonesia merupakan lokasi yang strategis dalam BRI karena sumber daya alamnya yang luas dan posisinya yang strategis di Asia Tenggara.

 BRI menawarkan peluang untuk mengembangkan infrastruktur penting, seperti pelabuhan, jalan, dan kawasan industri.  

 Keberhasilan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Whoosh dan berbagai proyek yang didukung BRI menggambarkan langkah pengembangan potensial di bawah inisiatif itu.

 Kereta cepat Jakarta-Bandung Proyek senilai triliunan rupiah ini menandai tonggak sejarah baru bagi Indonesia untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.

  Kereta cepat Jakarta-Bandung adalah bagian dari Belt and Road Initiative (BRI) China. Proyek itu didanai oleh konsorsium perusahaan negara Indonesia dan China yang dikenal sebagai PT KCIC.

  Kereta sepanjang 142 kilometer yang menghubungkan ibu kota Indonesia ke Bandung diperkirakan akan melaju dengan kecepatan 350 kilometer per jam, digerakkan oleh listrik dan diperkirakan tidak menghasilkan emisi karbon langsung selama pengoperasiannya. Jika selesai, ini akan menjadi yang pertama di Asia Tenggara.

  Perjalanan Indonesia dengan BRI merupakan simbol dari sikap Indonesia yang lebih luas dalam hubungan internasional, yang ditandai dengan filosofi dasar ‘bebas dan aktif’.

 Indonesia dapat mengubah permadani peluang dan tantangan yang ditawarkan BRI menjadi simfoni yang harmonis untuk kemajuan, perdamaian, dan rasa saling menghormati.

 Interaksi Indonesia dengan BRI sangat penting secara nasional dan regional. Memperkuat konektivitas regional di ASEAN melalui BRI dapat menciptakan blok ekonomi yang kohesif, yang mampu meningkatkan manfaat bersama sambil mengatasi masalah bersama.

 Kohesi ASEAN yang kuat akan memungkinkan kawasan itu untuk terlibat secara lebih efektif dengan Tiongkok, mengatasi masalah yang terkait dengan sambil menjajaki jalur kerja sama dalam kerangka kerja sama BRI. (iju/handoko)

Editor : Alfian Yusni
#BRI #WHOOSH #tiongkok #kereta cepat #Belt and Road Initiative