Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Raja Charles Disarankan Oleh Dokter Tunda Semua Tugas Publiknya Setelah Didiagnosa Kanker

Alfian Yusni • Rabu, 7 Februari 2024 | 09:05 WIB
Raja Charles dan Ratu Camilla bergabung dengan Pendeta Canon Paul Williams pada hari Minggu di Sandringham, Norfolk, tempat Charles sedang memulihkan diri. (foto : SplashNews)
Raja Charles dan Ratu Camilla bergabung dengan Pendeta Canon Paul Williams pada hari Minggu di Sandringham, Norfolk, tempat Charles sedang memulihkan diri. (foto : SplashNews)

LombokPost-Usai menjalani pengobatan pembesaran prostat yang dialaminya bulan lalu, Raja Charles malah didiagnosa menderita kanker. Hal ini membuat ia menunda tugas-tugas publik yang melibatkannya.

“Yang Mulia hari ini memulai jadwal perawatan rutin. Selama itu beliau telah disarankan oleh dokter untuk menunda tugas-tugas publik,” bunyi keterangan pihak Istana Buckingham, Senin (6/2) waktu London.

Dijelaskan, selama prosedur pembesaran prostat jinak yang dilakukan Raja baru-baru ini di rumah sakit, ada masalah terpisah yang menjadi perhatian. ''Tes diagnostik selanjutnya telah mengidentifikasi suatu bentuk kanker," kata pihak istana.

Pihak Istana Buckingham juga mengatakan, Raja Charles berterima kasih atas tindakan cepat tim medis dalam mengidentifikasi penyakitnya. ''Raja pun tetap berusaha berpikir positif mengenai perawatannya agar cepat membaik dan dapat menjalankan tugas publiknya kembali,'' jelas Istana.

Yang Mulia, tambah merekan, memilih untuk membagikan diagnosisnya untuk mencegah spekulasi dan dengan harapan dapat membantu pemahaman publik bagi semua orang di seluruh dunia yang terkena dampak kanker.

Raja Charles juga secara pribadi telah memberi tahu saudara-saudaranya, yakni Putri Anne, Pangeran Andrew, dan Pangeran Edward sebelum berita tersebut dipublikasikan.

Sang raja telah absen dari tugas-tugas publik di tengah pemulihannya dari operasi prostat, dan tidak diketahui kapan dia akan kembali ke tugas kerajaan mengingat diagnosa kankernya baru saja diumumkan.

Meskipun demikian, kemungkinan Raja Charles masih akan menerima “kotak merah” atau pengiriman dokumen harian Raja yang memerlukan perhatiannya, sehingga dirinya akan tetap memproses dokumen negara selama masa perawatannya.

Selain itu, diharapkan Raja dapat mengadakan audiensi mingguan dengan Perdana Menteri, tentunya melalui penyesuaian yang tepat jika dokter Raja Charles membolehkannya datang dan meminimalkan kontak langsung dengan orang lain.

Baca Juga: Plat Nomor RF Kini Berganti ZZ Dan Tidak Bisa Digunakan Di Kendaraan Pribadi

Saat ini, belum ada rencana untuk menunjuk Penasihat Negara yang bertindak atas nama Raja Charles dalam mengurus sejumlah hal kenegaraan.

Sementara itu, Pangeran William akan kembali menjalani tugas publiknya Minggu ini. Sebelumnya, Pangeran William sempat mengosongkan jadwalnya karena sang istri harus menjalani operasi perut pada 16 Januari 2024.

Setelah dirawat di rumah sakit selama 13 hari, Kate Middleton atau istri Pangeran William dapat melanjutkan pemulihannya di rumah, yakni di Windsor, Inggris.***

Editor : Alfian Yusni
#istana buckingham #raja charles #pangeran william #perawatan rutin