Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Imbas Boikot Pro Israel, Starbucks Di Timur Tengah Akan Lakukan PHK Massal

Alfian Yusni • Rabu, 6 Maret 2024 | 09:12 WIB
Starbucks UAE
Starbucks UAE

LombokPost-Penjualan yang terus anjlok akibat isu boikot produk yang pro Israel, membuat Alshaya Group, pemegang lisensi waralaba Starbucks di Temur Tengah, akan melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terhadap 2.000 karyawan Starbucks.

“Imbas dari kondisi penjualan yang terus menantang selama enam bulan terakhir, kami telah mengambil keputusan yang menyedihkan dan sangat sulit yaitu mengurangi jumlah rekan kerja di gerai Starbucks MENA kami,” kata Manajemen AlShaya dalam keterangan resmi dikutip dari Reuters, Rabu (6/2).

Sebelumnya, menghadapi penjualan yang terus anjlok, manajemen juga telah melakukan pemotongan gaji terhadap karyawan.

Dikabarkan rencana PHK massal ini akan memangkas sekitar empat persen dari total pekerja yang berjumlah 50 ribu orang.

Mereka sebagian besar terkonsentrasi di waralaba Starbucks di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Starbucks UAE
Starbucks UAE

Pada bulan Oktober, Starbucks mengatakan bahwa mereka adalah organisasi nonpolitik dan menepis rumor bahwa mereka telah memberikan dukungan kepada pemerintah atau tentara Israel.

Starbucks juga sudah memberikan klarifikasi resmi bahwa mereka tidak memberikan dukungan finansial untuk Israel. Starbucks sendiri tidak termasuk dalam daftar boikot resmi Boikot, Divestasi, Sanksi (BDS), namun perusahaan tersebut menggugat serikat pekerjanya yang memberikan dukungan untuk Palestina. 

Starbucks juga tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan AlShaya mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.***

 

 

Editor : Alfian Yusni
#Alshaya Group #Israel #phk #starbucks #phk massal #boikot #waralaba