LombokPost--Takhta Suci Vatikan resmi mengumumkan terpilihnya Paus Leo XVI, menggantikan Paus Fransiskus.
Paus baru ini mencatat sejarah sebagai Paus pertama berasal dari Amerika Serikat.
Nama aslinya adalah Robert Francis Prevost, seorang kardinal berusia 69 tahun yang sebelumnya tidak menjadi favorit dalam konklaf.
Profil Paus Leo XVI
Robert Francis Prevost lahir di Chicago, 1955. Ia ditahbiskan sebagai imam pada 1982 dan diangkat menjadi kardinal oleh Paus Fransiskus pada 2023.
Baca Juga: Judi Online Perusak Sendi Kehidupan Masyarakat dan Fundamental Perekonomian Nasional
Uniknya, ia memiliki kewarganegaraan ganda (AS dan Peru) karena bertugas lama di Amerika Latin, termasuk memimpin seminari di Peru.
Selain fasih berbahasa Inggris, Paus Leo XVI juga menguasai Spanyol, Italia, Prancis, dan Portugis, menjadikannya figur yang mudah terhubung dengan umat Katolik global.
Terpilih di Luar Dugaan
Banyak yang terkejut dengan terpilihnya Prevost.
Monsignor Claudio Lurati, Uskup Alexandria, mengaku kaget karena nama-nama seperti Kardinal Peter Erdő, Luis Tagle, dan Matteo Zuppi lebih diunggulkan sebelumnya.
Pandangan Politik: Kiri-Tengah dan Kritik terhadap Ekstrem Kanan
Sebagai anggota Ordo Agustinus, Paus Leo XVI menekankan nilai cinta kasih, kesederhanaan, dan keadilan sosial. Ia dikenal vokal mengkritik kebijakan imigran era Trump-Vance dan menentang narasi ekstrem kanan.
Baca Juga: Sukses Kembangkan Sektor Peternakan dan Pertanian, Dompu Jadi Rujukan Daerah Lain
Analis memprediksi kebijakannya akan mirip dengan pendahulunya, Paus Fransiskus, yang progresif dan peduli isu kemanusiaan.
Dukungan untuk Palestina?
Meski belum ada rekam jejak jelas, Paus Leo XVI diperkirakan akan melanjutkan dukungan Vatikan untuk Palestina. Sebagai Paus dari AS, ia berpotensi menekan pemerintah Amerika terkait keterlibatan dalam konflik Gaza.
"Dari pola pikirnya yang inklusif, besar kemungkinan ia pro-Palestina. Mari kita lihat langkah konkretnya," kata seorang pengamat Vatikan.
Apa yang Ditunggu Selanjutnya?
Dunia kini mengamati apakah Paus Leo XVI akan membawa perubahan signifikan dalam Gereja Katolik, terutama dalam isu perdamaian Timur Tengah dan kebijakan global. (ksj)
Editor : Kimda Farida