Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengenal Paus Leo XVI: Profil, Pandangan, dan Dukungan Potensial untuk Palestina

Kimda Farida • Sabtu, 17 Mei 2025 | 09:28 WIB
Paus Leo XVI terpilih dalam konklaf. (internet)
Paus Leo XVI terpilih dalam konklaf. (internet)

LombokPost--Takhta Suci Vatikan resmi mengumumkan terpilihnya Paus Leo XVI, menggantikan Paus Fransiskus.

Paus baru ini mencatat sejarah sebagai Paus pertama berasal dari Amerika Serikat.

Nama aslinya adalah Robert Francis Prevost, seorang kardinal berusia 69 tahun yang sebelumnya tidak menjadi favorit dalam konklaf.

Profil Paus Leo XVI

Robert Francis Prevost lahir di Chicago, 1955. Ia ditahbiskan sebagai imam pada 1982 dan diangkat menjadi kardinal oleh Paus Fransiskus pada 2023.

Baca Juga: Judi Online Perusak Sendi Kehidupan Masyarakat dan Fundamental Perekonomian Nasional

Uniknya, ia memiliki kewarganegaraan ganda (AS dan Peru) karena bertugas lama di Amerika Latin, termasuk memimpin seminari di Peru.

Terpilihnya Robert Francis sebagai Paus Leo XVI benar-benar di luar perkiraaan.
Terpilihnya Robert Francis sebagai Paus Leo XVI benar-benar di luar perkiraaan.

Selain fasih berbahasa Inggris, Paus Leo XVI juga menguasai Spanyol, Italia, Prancis, dan Portugis, menjadikannya figur yang mudah terhubung dengan umat Katolik global.

Terpilih di Luar Dugaan

Banyak yang terkejut dengan terpilihnya Prevost. 

Monsignor Claudio Lurati, Uskup Alexandria, mengaku kaget karena nama-nama seperti Kardinal Peter Erdő, Luis Tagle, dan Matteo Zuppi lebih diunggulkan sebelumnya.

Pandangan Politik: Kiri-Tengah dan Kritik terhadap Ekstrem Kanan

Sebagai anggota Ordo Agustinus, Paus Leo XVI menekankan nilai cinta kasih, kesederhanaan, dan keadilan sosial. Ia dikenal vokal mengkritik kebijakan imigran era Trump-Vance dan menentang narasi ekstrem kanan.

Baca Juga: Sukses Kembangkan Sektor Peternakan dan Pertanian, Dompu Jadi Rujukan Daerah Lain

Analis memprediksi kebijakannya akan mirip dengan pendahulunya, Paus Fransiskus, yang progresif dan peduli isu kemanusiaan.

Dukungan untuk Palestina?

Meski belum ada rekam jejak jelas, Paus Leo XVI diperkirakan akan melanjutkan dukungan Vatikan untuk Palestina. Sebagai Paus dari AS, ia berpotensi menekan pemerintah Amerika terkait keterlibatan dalam konflik Gaza.

"Dari pola pikirnya yang inklusif, besar kemungkinan ia pro-Palestina. Mari kita lihat langkah konkretnya," kata seorang pengamat Vatikan.

Para pengamat memperkirakan, Paus Leo XVI akan mengambil kebijakan dan sikap yang kurang lebih sama seperti Paus Fransiskus sebelumnya. (internet)
Para pengamat memperkirakan, Paus Leo XVI akan mengambil kebijakan dan sikap yang kurang lebih sama seperti Paus Fransiskus sebelumnya. (internet)

Apa yang Ditunggu Selanjutnya?

Dunia kini mengamati apakah Paus Leo XVI akan membawa perubahan signifikan dalam Gereja Katolik, terutama dalam isu perdamaian Timur Tengah dan kebijakan global. (ksj)

Editor : Kimda Farida
#Paus baru Vatikan #Paus Leo XVI #Amerika Serikat #Palestina