LombokPost - Tragedi menyayat hati terjadi saat seorang balita tewas kesetrum karena charger HP rusak yang masih terhubung ke colokan listrik. Cerita memilukan ini viral di media sosial setelah dibagikan oleh seorang dokter, Dr. Christabel Akinola, yang menyaksikan langsung dampaknya.
Kisah ini menjadi peringatan keras tentang bahaya charger HP rusak, terutama di rumah yang dihuni anak-anak kecil. Di balik benda kecil yang terlihat sepele itu, tersembunyi ancaman mematikan yang bisa merenggut nyawa dalam sekejap.
Kronologi: Charger HP Rusak Merenggut Nyawa Anak
Awalnya, sang ibu membiarkan anak perempuannya menonton TV sementara ia mengerjakan urusan dapur. Suasana rumah tampak tenang. Namun justru itulah awal malapetaka. Saat ia kembali ke ruang tamu dan mendapati anaknya tak ada, kepanikan mulai muncul.
Ia mencari ke seluruh ruangan, hingga akhirnya menemukan buah hatinya tergeletak tak sadar di balik tempat tidur. Di mulutnya, tertancap kabel charger HP rusak—bagian kawat tembaganya terbuka dan masih tersambung ke stop kontak.
Meski sang ibu bergegas mencabut charger HP rusak itu dan membawa anaknya ke rumah sakit, nyawa sang buah hati tak tertolong. Menurut Dr. Akinola, anak tersebut sudah meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.
Bahaya Charger HP Rusak: Nyata dan Mengintai
Charger HP rusak bukanlah masalah estetika atau kenyamanan semata. Ia adalah ancaman serius yang bisa membunuh dalam diam. Anak-anak, dengan rasa penasaran alaminya, kerap memasukkan benda ke mulut—termasuk kabel charger HP rusak yang terlihat tak berbahaya.
Bahaya charger HP rusak ini semakin besar jika:
Kabel dibiarkan dalam kondisi terbuka
Charger tetap terhubung meski tidak digunakan
Tidak ada pengawasan orang dewasa
Pesan Keselamatan dari Dr. Akinola: Waspadai Charger HP Rusak
1. Jangan anggap sepele. Tragedi karena charger HP rusak bisa menimpa siapa saja.
2. Cabut charger dari soket saat tidak digunakan, terutama di rumah dengan balita.
3. Jangan hanya mematikan saklar. Kabel tetap bisa menyetrum jika charger HP rusak.
4. Gunakan pelindung stop kontak untuk mencegah tangan anak menyentuh aliran listrik.
5. Jangan biasakan anak menyentuh HP yang sedang dicas.
6. Buang charger rusak—jangan ditambal lakban, apalagi digunakan ulang.
7. Jangan pernah tidur dengan HP yang masih dicas di atas kasur. Bahaya charger HP rusak tak mengenal waktu.
Carger HP Rusak Bukan Mainan
Tragedi ini membuktikan bahwa bahaya charger HP rusak bukanlah teori, melainkan kenyataan yang bisa merenggut nyawa. Charger HP rusak bisa menjadi mesin pembunuh sunyi di rumah sendiri jika diabaikan.
Mari tingkatkan kesadaran, lindungi anak-anak kita, dan pastikan setiap charger HP rusak dibuang, bukan disimpan. Jangan menunggu penyesalan. Tindakan kecil hari ini bisa menyelamatkan nyawa esok hari.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin