LombokPost - Liburan ke Maladewa ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Smartraveller Australia resmi memperbarui peringatan perjalanan ke Maladewa.
Dalam pembaruan pada 5 Juni 2025, pemerintah Australia meminta warganya berhati-hati saat berlibur ke Maladewa.
Risiko kerusuhan sipil dan potensi aksi teror di Maladewa disebut masih tinggi, terutama di wilayah ibu kota Malé dan pulau non-resor.
Meski peringatan perjalanan Maladewa belum naik ke level siaga tertinggi, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia menegaskan bahwa liburan ke Maladewa kini membutuhkan kewaspadaan ekstra.
Smartraveller menyoroti sejumlah kejadian kekerasan, protes yang disertai bentrokan, dan ancaman serangan teroris yang belum sepenuhnya mereda.
“Pulau-pulau resor di Maladewa umumnya aman. Tapi kawasan padat penduduk seperti Malé bisa jadi titik panas kerusuhan,” tulis Smartraveller dalam imbauannya.
Teror Pernah Terjadi, Risiko Masih Ada
Risiko terorisme di Maladewa bukan sekadar isu. Pada 2020, seorang turis Australia sempat ditikam di Hulhumalé. Setahun setelahnya, bom rakitan meledak di Malé dan melukai mantan presiden.
Insiden-insiden ini menjadi pengingat nyata bahwa bahaya bisa mengintai di tengah liburan ke Maladewa.
Wisatawan juga diminta menghindari keramaian, demonstrasi publik, serta terus memantau media lokal dan panduan resmi pemerintah setempat.
Baca Juga: Morbidelli Murka! Aleix Espargaro Disebut Gagal Total sebagai Test Rider Honda
Travel warning ini penting, mengingat lebih dari 34 ribu warga Australia tercatat liburan ke Maladewa pada 2023.
Bali dan Lombok Juga Diingatkan
Tak hanya Maladewa, peringatan perjalanan juga berlaku untuk Indonesia, khususnya destinasi wisata seperti Bali dan Lombok.
Dalam pembaruan pada 30 Mei 2025, Smartraveller memperingatkan soal tingginya risiko tenggelam akibat arus laut dan keracunan akibat minuman oplosan.
Beberapa warga Australia telah meninggal dalam insiden di pantai tanpa penjaga.
Paspor rusak juga jadi alasan penolakan masuk oleh imigrasi Indonesia. Bahkan, luka kecil atau lembaran sobek bisa membuat turis dipulangkan.
"Hindari minuman tanpa pengawasan dan jangan sembarangan menerima tawaran dari orang asing,” tulis peringatan tersebut.
Selain itu, wisatawan juga diimbau tidak sembarangan bersikap di tempat umum, terutama saat ada upacara adat atau perayaan keagamaan. Sikap tidak sopan bisa berujung hukuman atau deportasi.
Maladewa Tetap Menawan, Tapi Jangan Lengah
Maladewa tetap jadi destinasi impian dengan resor mewah dan laut biru jernih. Tapi wisatawan, terutama dari Australia, diminta untuk tidak terlena.
Liburan ke Maladewa kini perlu perencanaan lebih cermat, terutama terkait keamanan.
Dengan lebih dari 1.000 pulau karang yang tersebar di Samudra Hindia, koordinasi menjadi penting, terutama saat terjadi insiden atau evakuasi.
Pemerintah Australia menekankan bahwa kondisi keamanan bisa berubah sewaktu-waktu. (***)
Editor : Alfian Yusni