Rudal Fattah yang dikenal memiliki manuver tinggi dan kecepatan luar biasa, diklaim berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel, yang selama ini diagung-agungkan sebagai salah satu yang terbaik di dunia. IRGC menyebut peluncuran rudal Fattah ini sebagai titik balik dalam konfrontasi militer di kawasan.
"Rudal-rudal Fattah yang kuat dan sangat mudah bermanuver itu berulang kali mengguncang tempat perlindungan para Zionis pengecut malam ini, mengirimkan pesan yang jelas tentang kekuatan Iran kepada sekutu Tel Aviv yang suka berperang, yang terus berkutat dalam delusi dan asumsi yang salah," katanya dilansir dari PRESS TV.
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa Iran kini memegang dominasi penuh atas langit wilayah pendudukan, dan Israel tak berdaya menghadapi serangan presisi yang dilancarkan lewat rudal-rudal modern milik Iran.
Rudal hipersonik Fattah, yang digunakan untuk pertama kalinya dalam serangan nyata ini, dianggap sebagai salah satu rudal tercanggih milik Iran. Dengan kemampuan manuver tinggi dan kecepatan melebihi Mach 5, rudal ini sulit dideteksi, apalagi dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional.
IRGC juga memberikan penghormatan kepada pasukan kedirgantaraan atas keberhasilan misi ini. Mereka menyebutnya sebagai misi mulia yang membanggakan, sekaligus peringatan keras bagi semua pihak yang selama ini menyokong agresi Israel terhadap Iran dan negara-negara tetangganya.
IRGC mengklaim ha ini baru awal. Dominasi mitos sistem pertahanan rudal Israel sudah mulai runtuh.
Peluncuran rudal Fattah ini disebut sebagai sinyal kuat tentang kesiapan militer Iran dan menunjukkan bahwa negara tersebut memiliki kemampuan rudal strategis yang siap digunakan kapan saja diperlukan.
Dengan penggunaan rudal hipersonik Fattah, Iran menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan militer yang tak bisa diabaikan di Timur Tengah. Rudal Fattah Iran kini bukan hanya senjata, tapi juga simbol bahwa Israel tak lagi aman di langitnya sendiri.
Editor : Redaksi Lombok Post