Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Iran Tolak Inspeksi Nuklir oleh IAEA, Trump Akan Bahas dengan Netanyahu

Lombok Post Online • Selasa, 8 Juli 2025 | 16:25 WIB

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Ketegangan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali mencuat. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Teheran belum mengizinkan inspeksi internasional terhadap fasilitas nuklir mereka dan tetap melanjutkan pengayaan uranium.

Trump menegaskan tidak akan mengizinkan Iran melanjutkan program nuklir tersebut.

Dia bakal membahas isu itu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pertemuan di Gedung Putih pekan ini. Termasuk membahas kemungkinan gencatan senjata di Gaza.

''Saya rasa mereka harus memulai program nuklir di lokasi lain. Jika mereka benar melakukannya, itu akan menjadi masalah,'' ujar Trump sebagaimana dikutip Al Jazeera Senin (7/7).

Meski AS dan Israel menuduh Iran tengah memperkaya uranium untuk senjata nuklir, Teheran bersikeras bahwa program nuklir mereka sepenuhnya untuk tujuan sipil. Bahkan, lembaga intelijen AS maupun Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) belum menemukan bukti bahwa Iran tengah mengembangkan senjata nuklir.

''Penting sekali untuk melanjutkan dialog dengan Iran guna memulihkan kerja pengawasan sesegera mungkin,'' ujar Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi.

 Baca Juga: Iran Putuskan Tangguhkan Kerja Sama dengan IAEA, Protes Serangan Nuklir AS-Israel

Akses Buntu

Namun, IAEA memastikan telah menarik seluruh inspektur mereka dari Iran. Mereka tidak bisa mendapat akses ke fasilitas nuklir Iran yang sebelumnya dihantam serangan gabungan pasukan AS dan Israel.

Ketegangan tersebut membuat tugas pengawasan dan verifikasi IAEA makin terhambat.

Di sisi lain, pemerintah Iran menuding badan tersebut tidak bersikap netral karena gagal mengutuk serangan AS-Israel. Mereka juga mengeluarkan resolusi pada 12 Juni lalu yang menuduh Iran tidak patuh terhadap kewajiban nuklir -sehari sebelum serangan terjadi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pun memerintahkan pemutusan hubungan kerja sama dengan IAEA. Parlemen Iran sebelumnya juga mengesahkan undang-undang untuk menangguhkan kerja sama tersebut yang juga telah disetujui Dewan Penjaga Konstitusi.

''Keputusan ini diambil demi menjaga sepenuhnya kedaulatan dan integritas teritorial Republik Islam Iran,'' kata Hadi Tahan Nazif, juru bicara dewan.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi

Ketidakpercayaan Iran terhadap IAEA

-Iran menuduh IAEA tidak netral dan bertindak sebagai alat kepentingan Barat, khususnya AS dan Israel.

-Iran menyayangkan IAEA yang tidak mengutuk agresi Israel terhadap fasilitas nuklir mereka di Natanz, Fordow, dan Isfahan.

- Iran merasa diperlakukan tidak adil dalam perjanjian non-proliferasi (NPT). Sebab, IAEA tidak menekan Israel yang tidak menandatangani NPL.

- Iran menuduh inspektur IAEA sebagai mata-mata Barat yang membocorkan informasi sensitif.

- Iran menolak inspeksi untuk melindungi keamanan nasional dan menegakkan kedaulatan.

Sumber: Disarikan dari berita (din/dri/r3)

Editor : Siti Aeny Maryam
#internasional #genjatan senjata #nuklir #uranium #iran #as #gaza