Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sosok Sister Hong, Pria yang Menyamar Jadi Wanita Hingga 'Berhubungan' Dengan 1000 Pria

Fratama P. • Selasa, 22 Juli 2025 | 07:44 WIB
Sister Hong
Sister Hong

LombokPost - Skandal yang melibatkan sosok "Red Uncle" atau "Paman Merah" dan "Sister Hong" atau "Saudari Hong" telah menjadi salah satu fenomena viral paling menghebohkan di China pada tahun 2025.

Kasus Sister Hong ini memicu perdebatan sengit di ranah daring dan mendapatkan liputan media luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Jagat internet dibanjiri dengan perbincangan mengenai skandal aneh dan meresahkan ini, yang menggemparkan media sosial China.

Berbagai kata kunci pencarian seperti "video Paman Merah", "video viral Sister Hong", "tautan Telegram Paman Merah", dan "skandal Nona Hong" mendominasi Google Trends serta platform seperti Weibo, X (sebelumnya Twitter), dan Telegram.

Siapa "Red Uncle" / "Sister Hong"?

Pusat kontroversi ini adalah seorang pria berusia 38 tahun dari Nanjing, Provinsi Jiangsu, yang menyamar sebagai wanita bernama "Sister Hong" (juga dikenal sebagai Nona Hong) untuk diduga memikat ratusan pria ke dalam hubungan intim.

Yang lebih mengejutkan, semua aksi tersebut direkam secara diam-diam.

Klaim awal di media sosial menyebutkan lebih dari 1.600 pria terlibat.

Meskipun pihak kepolisian menyatakan jumlah pastinya dibesar-besarkan dan belum mengonfirmasi angka spesifik.

Pria bermarga Jiao (Sister Hong) ini dilaporkan memiliki identitas ganda, baik daring maupun luring.

Di dunia maya, ia dikenal sebagai "Sister Hong", sementara beberapa netizen menjulukinya "Red Uncle" karena usianya (yang sebelumnya sempat dilaporkan 60 tahun) dan fitur maskulinnya, terlepas dari persona wanita yang ia tampilkan.

Jiao diduga menggunakan pakaian lintas jenis (cross-dressing), wig, filter kecantikan, dan perangkat lunak pengubah suara untuk menciptakan persona wanita palsunya sebagai Sister Hong.

Dengan penyamaran ini, ia diduga merayu pria kebanyakan heteroseksual melalui aplikasi kencan, mengundang mereka ke rumahnya dengan kesan bahwa mereka akan bertemu seorang wanita.

Rekaman Rahasia dan Distribusi Konten Ilegal

Aspek yang paling meresahkan publik adalah bahwa pertemuan-pertemuan intim ini direkam secara diam-diam, tanpa persetujuan para peserta.

Kemudian rekaman itu disebarluaskan di grup obrolan daring berbayar yang dikelola oleh Sister Hong.

Beberapa sumber mengklaim keterlibatan lebih dari 1.600 pria, meskipun polisi membantah angka pasti dan menyatakan penyelidikan masih berlangsung.

Namun demikian, nilai kejutannya, ditambah dengan sifat grafis dari konten, membuat video-video tersebut viral dengan berbagai nama, termasuk "video Miss Hong" dan "video viral asli Red Uncle".

Dalam perkembangan yang lebih mengkhawatirkan, laporan menunjukkan bahwa beberapa video dibagikan dengan nama berkas dan tautan yang menyesatkan.

Menarik penonton yang tidak menaruh curiga untuk mengunduh atau mengaksesnya.

Pencarian seperti "video Red Uncle tempat menonton" dan "klip asli Sister Hong" semakin memperkeruh kekacauan digital seputar insiden ini.

Intervensi Pemerintah China dan Dampak Global

Otoritas China telah mengambil langkah-langkah ekstensif untuk menghapus semua video terkait dari platform publik.

Penting untuk diketahui, membagikan atau mencari materi semacam ini merupakan tindakan ilegal di Tiongkok, di mana distribusi, kepemilikan, atau penayangan dapat dikenakan sanksi pidana.

Banyak situs yang mengiklankan "video asli Red Uncle" juga disebut sebagai penipuan atau sumber ilegal.

Skandal ini telah menarik perhatian luas tidak hanya karena detailnya yang vulgar, tetapi juga karena implikasi etika dan hukumnya.

Pihak berwenang Tiongkok kini sedang menyelidiki masalah ini dengan tuduhan terkait pelanggaran privasi, distribusi konten eksplisit, dan kemungkinan pelanggaran kesehatan masyarakat, mengingat adanya potensi penularan Penyakit Menular Seksual (PMS) kepada beberapa pihak yang terlibat.

Sejalan dengan penyelidikan, pejabat kesehatan masyarakat telah mengeluarkan seruan mendesak untuk tes kesehatan, mendesak siapa pun yang mungkin telah melakukan kontak dengan pelaku untuk melapor secara anonim.

Warganet pun menyatakan keterkejutan, rasa jijik, dan kebingungan, serta kekhawatiran tentang bagaimana penipuan semacam itu dapat dilakukan tanpa terdeteksi begitu lama.

Skandal ini memiliki semua unsur untuk memicu badai media sosial global: penipuan identitas, cross-dressing, rekaman rahasia, video viral, dan potensi ribuan nyawa yang terdampak.

Kata kunci seperti "skandal Miss Hong", "video asli Red Uncle", dan "video viral Sister Hong" terus menjadi tren global seiring pengguna yang penasaran, detektif digital, dan pembuat meme berusaha mengungkap kebenaran.

Meskipun demikian, pihak berwenang telah memperingatkan dengan tegas agar tidak mengunduh atau membagikan video semacam itu, dengan menyatakan bahwa tindakan tersebut dapat berakibat pada konsekuensi hukum.

Tim kejahatan siber juga secara aktif memantau platform untuk peredaran klip-klip Sister Hong ini.***

Editor : Fratama P.
#sister hong