Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kecoak Mata-Mata Jerman Siap Intai Medan Perang! Didukung Robot AI, Drone Tempur, dan Kapal Selam Mini

Alfian Yusni • Minggu, 27 Juli 2025 | 08:36 WIB
Kecoak mata-mata kini resmi masuk medan perang. Bukan sekadar fiksi ilmiah. (Ilustrasi)
Kecoak mata-mata kini resmi masuk medan perang. Bukan sekadar fiksi ilmiah. (Ilustrasi)

LombokPost - Kecoak mata-mata kini resmi masuk medan perang. Bukan sekadar fiksi ilmiah, serangga hidup ini dilengkapi kamera, sensor, dan bisa dikendalikan dari jarak jauh oleh tentara Jerman.

Teknologi aneh tapi nyata ini dikembangkan oleh startup Swarm Biotactics, bagian dari gelombang baru inovasi militer yang sedang merombak wajah pertahanan modern Jerman.

Jerman tidak main-main. Setelah trauma sejarah panjang, kini negara itu menjadi kekuatan baru dalam teknologi militer Eropa.

Kanselir Friedrich Merz menggelontorkan dana jumbo dan memotong birokrasi untuk mendorong kebangkitan startup pertahanan.

Targetnya jelas: kemandirian, kekuatan, dan keunggulan teknologi dalam menghadapi ancaman global, terutama pascainvasi Rusia ke Ukraina.

Kecoak Cyborg: Senjata Mata-Mata Masa Depan

Kecoak mata-mata yang dikembangkan Swarm Biotactics adalah serangga hidup yang disematkan "ransel mini" berisi kamera, sensor suhu, dan modul komunikasi.

Lewat stimulasi listrik, pergerakannya bisa dikontrol oleh operator militer. Mereka bisa masuk ke area musuh yang sulit dijangkau manusia.

“Bio-robot kami berbasis serangga hidup dan dapat dikendalikan satu per satu atau dalam formasi kelompok,” jelas CEO Swarm Biotactics, Stefan Wilhelm.

Tak Hanya Kecoak, Robot AI dan Drone Tempur Juga Siap Tempur

Selain kecoak, Jerman mengembangkan robot AI dan drone tempur otonom lewat startup seperti Helsing dan ARX Robotics.

 

Helsing kini menjadi startup pertahanan paling bernilai di Eropa dengan valuasi USD 12 miliar (Rp195 triliun).

Perusahaan ini menciptakan AI medan tempur dan drone serang otonom yang bisa mengenali target dan mengambil keputusan tanpa campur tangan manusia secara langsung.

ARX Robotics juga membuat robot AI berbentuk tank mini dan sistem senjata otonom lain yang sudah diuji di lapangan.

Kapal Selam Mini, Amunisi Pintar, dan Mittelstand sebagai Otot Teknologi

Inovasi lainnya meliputi kapal selam tak berawak, munisi berkeliaran (loitering munitions), dan sistem presisi tinggi.

Beberapa proyek dikerjakan bareng perusahaan UKM khas Jerman (Mittelstand), yang kini jadi pemasok komponen dan manufaktur untuk prototipe startup militer.

“Startup hanya butuh otak untuk desain. Mittelstand jadi otot untuk produksi,” kata CEO Donaustahl, Stefan Thumann.

Anggaran Pertahanan Melejit, Startup Disuntik Dana

Pemerintah Jerman telah mengumumkan kenaikan anggaran pertahanan reguler menjadi 162 miliar euro (sekitar Rp2.800 triliun) pada 2029.

Menteri Pertahanan Boris Pistorius menegaskan bahwa “uang bukan lagi alasan” dalam mengejar ketertinggalan teknologi.

Cyber Innovation Hub Bundeswehr juga mencatat lonjakan minat dari warga sipil terhadap proyek pertahanan.

 

Jika sebelumnya hanya ada 2–3 ide masuk per minggu, kini ada 20–30 ide pertahanan masuk per hari melalui LinkedIn saja.

Insinyur Otomotif Beralih ke Militer

Melemahnya sektor otomotif turut mendorong para insinyur beralih ke pertahanan. Startup seperti Donaustahl menerima 3–5 lamaran per hari dari mantan pegawai otomotif ternama.

Ekosistem ini mempercepat pertumbuhan pertahanan Jerman. Bahkan, total pendanaan ventura untuk startup militer telah mencapai USD 1,4 miliar dalam lima tahun terakhir—tertinggi di Eropa.

Eropa Siap Lahirkan Proyek Manhattan Baru

Analis menyebut Jerman sedang membangun ekosistem seperti Proyek Manhattan, yaitu program militer AS yang melahirkan senjata nuklir pada era Perang Dunia II.

Kali ini bukan bom atom, tapi AI, drone tempur, dan kecoak mata-mata yang jadi senjata masa depan.

“Pertahanan bukan hanya tentang militer, tapi juga ekonomi dan inovasi,” kata Markus Federle dari Tholus Capital.

Dengan kecoak mata-mata, robot AI, drone tempur, dan kapal selam mini, Jerman kini memimpin transformasi pertahanan Eropa.

Apa yang dulu dianggap tabu kini jadi kebanggaan nasional. Di tengah gejolak global, Jerman siap berdiri di garis depan, mengandalkan otak, inovasi, dan teknologi futuristik yang benar-benar nyata. (***)

 

 

 

Editor : Alfian Yusni
#kecoak #Swarm Biotactics #jerman #aneh tapi nyata #kecoak cyborg #mata-mata