Dalam wawancara dengan Fox News pada Jumat (12/9), Presiden Trump secara terbuka menyuarakan harapannya agar tersangka dijatuhi hukuman mati.
"Kami sangat yakin tersangka pembunuhan Kirk telah ditahan," kata Trump.
Presiden Trump mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut tidak lepas dari peran orang-orang terdekat tersangka.
"Seorang pendeta dan ayah tersangka terlibat dalam penangkapan tersebut," ujar Presiden Trump.
Presiden Trump juga menambahkan bahwa seseorang yang dekat dengan tersangka melaporkan pelaku kepada pihak berwajib, menunjukkan adanya kerja sama yang membantu mempercepat proses hukum.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Presiden Trump menyatakan akan menghadiri pemakaman Kirk.
"Saya akan menghadiri pemakaman Kirk minggu depan," ungkapnya.
Selain itu, ia kembali menekankan tuntutannya terhadap pelaku.
"Saya harap tersangka menerima hukuman mati," tegas Presiden Trump, menunjukkan keseriusannya dalam menanggapi kasus ini.
Charlie Kirk, yang dikenal sebagai figur pro Presiden Trump terkemuka di kalangan anak muda Amerika, tewas ditembak saat menghadiri sebuah debat di Universitas Utah Valley pada 10 September lalu.
Kematiannya telah memicu duka mendalam dan kemarahan di kalangan pendukungnya.
Terduga pelaku penembakan Charlie Kirk bernama Tyler Robinson (22).
Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa Tyler Robinson adalah seorang yang pendiam dan cerdas, tanpa catatan kriminal.
Namun, ia diketahui "terlalu tenggelam dalam politik" belakangan ini dan sering melontarkan kritik keras terhadap Charlie Kirk.
Editor : Siti Aeny Maryam