Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Inggris Peringatkan Israel agar Tidak Membalas Pengakuan Kedaulatan Palestina

Redaksi Lombok Post • Senin, 22 September 2025 | 13:23 WIB

HANCUR: Asap mengepul dari Menara Mushtaha di Kota Gaza setelah dibom Israel pada Jumat (5/9). Akibatnya, hampir tidak ada lagi tempat aman warga Palestina di Gaza.
HANCUR: Asap mengepul dari Menara Mushtaha di Kota Gaza setelah dibom Israel pada Jumat (5/9). Akibatnya, hampir tidak ada lagi tempat aman warga Palestina di Gaza.
LombokPost --Gelombang dukungan untuk kemerdekaan palestina terus disuarakan oleh sejumlah negara. termasuk negara-negara yang selama ini menjadi sekutu dekat Israel seperti Inggris, Australia dan Perancis. Dukungan  ini terlihat pada Sidang Umum PBB yang digelar Senin (22/9/25).

Terkait hal ini Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, mengungkapkan bahwa ia telah memperingatkan Israel agar tidak mencaplok wilayah di Tepi Barat.

Peringatan ini disampaikan sebagai respons terhadap kemungkinan Israel membalas pengakuan Inggris atas kedaulatan Palestina.

Cooper berbicara kepada BBC sebelum menghadiri konferensi di PBB di New York. Dalam acara tersebut, Prancis dan negara-negara Eropa lainnya diperkirakan akan membuat pengumuman serupa.

Pengakuan terhadap negara Palestina merupakan perubahan kebijakan signifikan yang diumumkan oleh Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, pada hari Minggu, diikuti juga oleh Kanada, Australia, dan Portugal.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengecam keras langkah tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu memberikan “hadiah besar bagi terorisme”.

Ketika ditanya apakah ia khawatir Israel akan menggunakan deklarasi ini sebagai dalih untuk mencaplok Tepi Barat, Cooper menegaskan bahwa ia telah berbicara langsung kepada mitranya di Israel.

“Kami telah jelas bahwa keputusan yang kami ambil ini tentang cara terbaik untuk menghormati keamanan Israel serta keamanan Palestina. Ini tentang melindungi perdamaian, keadilan, dan terutama keamanan di Timur Tengah, dan kami akan terus bekerja sama dengan semua pihak di kawasan ini untuk dapat melakukannya," kata Cooper.

Cooper menambahkan bahwa ekstremis di kedua belah pihak berusaha untuk mengakhiri prospek solusi dua negara, dan Inggris memiliki kewajiban moral untuk menghidupkannya kembali.

“Hal yang mudah dilakukan adalah hanya pergi dan mengatakan bahwa semuanya terlalu sulit,” ujar Cooper.

"Kami hanya berpikir itu salah ketika kami melihat kehancuran dan penderitaan yang begitu besar. Sama seperti kami mengakui Israel, negara Israel... begitu pula kami harus mengakui hak-hak Palestina untuk memiliki negara mereka sendiri.” tambahnya.

Ia tidak menyebutkan kapan Konsulat Jenderal Inggris di Yerusalem Timur akan menjadi kedutaan besar penuh. Cooper hanya mengatakan bahwa proses diplomatik dengan Otoritas Palestina akan terus berlanjut.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Israel #inggris #Palestina #sidang umum pbb