LombokPost--Arab Saudi mengumumkan pembentukan sebuah koalisi baru untuk Palestina dengan kontribusi dana awal yang signifikan.
Pangeran Faisal bin Farhan, Menteri Luar Negeri Saudi, menegaskan komitmen kuat Kerajaan untuk memperkuat ketahanan rakyat Palestina dan mendukung proses rekonstruksi di tanah yang terjajah tersebut.
Pengumuman ini menjadi sinyal politik yang jelas dari Arab Saudi.
Pangeran Faisal menekankan bahwa tidak akan ada normalisasi dengan Israel tanpa adanya pengakuan terhadap sebuah negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Riyadh yang konsisten mendorong solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju keamanan dan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.
“Solusi dua negara adalah cara untuk mendapatkan jaminan keamanan dan perdamaian bagi semua pihak,” tegasnya.
Baca Juga: AC Milan Sedang Kebanyakan Senjata Jelang Laga Kontra Napoli
Lebih lanjut, Pangeran Faisal mengungkapkan bahwa Arab Saudi aktif bekerja sama dengan Amerika Serikat (Washington) dan mitra-mitra internasional lainnya untuk menghentikan agresi dan mencapai sebuah perdamaian yang adil dan komprehensif.
Pembentukan koalisi baru untuk Palestina ini, dengan dukungan dana Saudi sebesar 90 juta Dolar Amerika , dirancang untuk menjadi pondasi konkret dalam memperkuat posisi Palestina di panggung dunia.
Komitmen Arab Saudi melalui koalisi baru untuk Palestina ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi upaya perdamaian yang mandek selama ini.
Dengan suntikan dana segar dan dukungan politik tinggi, langkah Riyadh ini tidak hanya tentang rekonstruksi fisik, tetapi juga upaya membangun ketahanan bangsa Palestina menuju kemerdekaan.
Kebijakan ini semakin memperjelas bahwa jalan menuju normalisasi dengan Israel bagi Arab Saudi harus melalui pintu pengakuan kedaulatan untuk Palestina.
Editor : Kimda Farida