Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Aktivis Greta Thunberg Disebut Dipaksa Cium Bendera Israel

Redaksi Lombok Post • Minggu, 5 Oktober 2025 | 23:56 WIB

 

KIAN GENCAR: Seorang perempuan melintas di depan gedung yang hancur akibat serangan Israel di Gaza, Jumat (29/8). Israel kian gencar menyerang Gaza di tengah upaya gecatan senjata.
KIAN GENCAR: Seorang perempuan melintas di depan gedung yang hancur akibat serangan Israel di Gaza, Jumat (29/8). Israel kian gencar menyerang Gaza di tengah upaya gecatan senjata.
LombokPost -- Israel dilaporkan masih menahan ratusan aktivis yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF), termasuk aktivis lingkungan Greta Thunberg. Para aktivis ini dibajak oleh pasukan militer Israel saat dalam perjalanan membawa bantuan ke Gaza.

Kepada pejabat Swedia, Thunberg mengaku mengalami perlakuan keras selama berada dalam tahanan Israel.

Dalam surel yang dikirim oleh Kementerian Luar Negeri Swedia kepada orang-orang terdekat Thunberg, seorang pejabat yang mengunjungi aktivis itu di penjara mengatakan bahwa Thunberg mengaku ditahan di sel yang dipenuhi kutu kasur. Tragisnya lagi, ketersediaan makanan dan air sangat sedikit.

Berdasarkan korespondensi yang sama, seorang tahanan lain melaporkan bahwa pasukan Israel diduga telah mengambil foto di mana Thunberg dipaksa memegang sejumlah bendera.

"Kedutaan telah berhasil bertemu dengan Greta. Ia melaporkan mengalami dehidrasi. Ia berbicara tentang perlakuan keras dan mengatakan bahwa ia harus duduk dalam waktu lama di permukaan yang keras," tulis surel tersebut.

Jurnalis Turki sekaligus peserta GSF, Ersin Celik, mengatakan kepada media lokal bahwa ia menyaksikan pasukan Israel menyiksa Greta Thunberg. Ia bahkan menggambarkan bagaimana aktivis muda itu diseret di tanah dan dipaksa mencium bendera Israel.

Keterangan ini diamini oleh Aktivis asal Malaysia Hazwani Helmi dan peserta asal Amerika Serikat Windfield Beaver. Mereka menyebut Thunberg didorong dan dipaksa berpose dengan bendera Israel.

"Itu sangat mengerikan. Mereka memperlakukan kami seperti binatang," ujar Helmi. Setidaknya 137 orang, termasuk 36 warga negara Turki, yang telah dideportasi tiba di Istanbul pada Sabtu.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Greta Thunberg #Global Sumud Flotilla #gaza