LombokPost - Sebanyak 90 jenazah warga Palestina yang dikembalikan otoritas Israel menunjukkan tanda-tanda penyiksaan.
Mereka tewas karena dieksekusi. Hal ini diungkapkan oleh tim medis di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Rabu (15/10), seperti dilansir dari The Guardian.
Jenazah itu baru diterima dari Komite Palang Merah Internasional (ICRC).
“Sebagian besar dari mereka dalam kondisi mata tertutup, tangan terikat, dan terdapat luka tembak di antara mata. Hampir semuanya dieksekusi,” ujar dr Kepala Departemen Pediatri RS Nasser, Ahmed al-Farra Kamis (16/10).
Dipukul sebelum Tewas
Selain itu, kata dia, banyak tubuh jenazah yang menunjukkan memar serta perubahan warna kulit yang mengindikasikan adanya pemukulan sebelum kematian. Bahkan, ada dugaan bahwa tubuh para korban juga mengalami kekerasan setelah meninggal.
Penyerahan jenazah ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Dalam perjanjian tersebut, Hamas menyerahkan jenazah sejumlah sandera yang tewas selama konflik, sementara Israel mengembalikan dua kelompok jenazah warga Palestina, masing-masing berjumlah 45 orang.
Seluruh proses dilakukan melalui koordinasi ICRC. Namun, pihak rumah sakit menyatakan seluruh jenazah yang dikembalikan dalam kondisi tidak dapat dikenali. Tidak ada informasi identitas yang diberikan, hanya label nomor pada setiap kantong jenazah.
“Mereka tahu identitas para korban, tapi tidak memberikannya, seolah ingin keluarga mereka semakin menderita,” kata Farra.
Hamas Kembalikan 28 Jasad
Sementara pada Rabu malam, Hamas menyatakan telah mengembalikan seluruh jenazah sandera yang berhasil mereka temukan. Militer Israel pun mengonfirmasi bahwa Palang Merah telah menerima dua jenazah tambahan.
Sebelumnya, Hamas telah mengembalikan tujuh dari 28 jenazah sandera yang diketahui meninggal, bersama satu jenazah lain yang menurut Israel bukan bagian dari daftar sandera.
Sementara itu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) tengah menyelidiki dugaan kejahatan perang dari kedua pihak selama konflik di Gaza, termasuk kasus penemuan 15 jenazah paramedis Palestina di kuburan massal pada Maret lalu. Para korban diketahui tangan dan kaki terikat, serta ditembak di bagian kepala.
Pengembalian jenazah dari kedua pihak sempat menjadi hambatan besar dalam implementasi kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak akhir pekan lalu.
Israel sempat memperlambat masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza karena adanya keterlambatan dalam transfer 28 jenazah sandera Israel yang diyakini tewas dalam perang. (lyn/gas/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida