Dilansir dari Anewz, Selasa (11/11/2025), misi ESCAPADE dirancang untuk meneliti medan magnet dan atmosfer Mars. Tujuan utama penelitian ini adalah memahami sejarah iklim Planet Merah tersebut sekaligus mendukung rencana eksplorasi manusia di masa depan. NASA menaruh harapan besar pada hasil misi ini.
Jeffrey Parker dari perusahaan Advanced Space menyatakan bahwa pendekatan baru ESCAPADE membuka peluang peluncuran yang lebih fleksibel menuju Mars. "Apakah kita bisa meluncur ke Mars tanpa menunggu posisi planet sejajar? ESCAPADE sedang membuka jalan ke arah itu," tuturnya.
Momen Pembuktian di Tengah Rivalitas
Peluncuran ini juga menjadi momentum strategis bagi Blue Origin untuk membuktikan kemampuan pendaratan ulang tahap pertama roket, sebuah teknologi yang selama ini menjadi keunggulan utama SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk.
Menurut George Nield, eksekutif senior di industri antariksa dan mantan pejabat Federal Aviation Administration (FAA), hasil peluncuran ini akan menjadi ukuran kemajuan Blue Origin. "Bagaimana peluncuran ini berjalan akan menunjukkan seberapa jauh kemajuan yang telah mereka capai," katanya.
Mason Peck, profesor aeronautika di Cornell University dan mantan kepala teknologi NASA, menilai rivalitas antara Bezos dan Musk akan mempercepat inovasi di sektor luar angkasa.
"Semakin banyak peluncuran berarti semakin banyak ide di luar angkasa. Tidak ada salahnya jika Blue Origin ikut bersaing, bahkan bila masih tertinggal dari SpaceX," tuturnya, seperti dilansir AFP.
Editor : Redaksi Lombok Post