Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

AS Ajukan Proposal Perdamaian Rusia–Ukraina, Kyiv Kian Terdesak di Medan Tempur

Lombok Post Online • Jumat, 21 November 2025 | 08:17 WIB

 

LULUH LANTAK: Petugas mengevakuasi korban dari dalam bangunan yang rusak parah setelah diserang Rusia di Kota Ternopil, Ukraina, Rabu (19/11).
LULUH LANTAK: Petugas mengevakuasi korban dari dalam bangunan yang rusak parah setelah diserang Rusia di Kota Ternopil, Ukraina, Rabu (19/11).
 

LombokPost - Peluang dimulainya kembali perundingan damai antara Ukraina dan Rusia kembali mengemuka setelah Sekretaris Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), Daniel Driscoll, tiba di Kyiv pada Rabu (19/11).

Kedutaan Besar AS di Ukraina menyebut kunjungan tersebut bertujuan membahas upaya diplomatik terbaru Washington untuk menghentikan perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.

Namun, prospek dialog itu muncul di tengah situasi Ukraina yang semakin tertekan di medan tempur.

Pasukan Rusia dilaporkan telah memasuki kota strategis Pokrovsk dan melanjutkan serangan di beberapa sektor garis depan, mempersempit ruang manuver militer Kyiv.

Upaya diplomasi sebelumnya tersendat berbulan-bulan akibat tuntutan maksimalis dari Moskow.

Negosiasi langsung antara Ukraina dan Rusia terakhir kali berlangsung pada musim panas, sementara jalur komunikasi politik praktis membeku sejak pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Agustus lalu.

Di dalam negeri, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menghadapi tekanan politik besar.

Skandal korupsi di sektor energi berkembang menjadi krisis politik paling serius sejak invasi Rusia dimulai, menambah kerumitan dalam menentukan langkah Kyiv terhadap setiap inisiatif perdamaian.

Di Moskow, Kremlin membantah adanya kemajuan berarti terkait upaya damai. Juru bicara Dmitry Peskov menegaskan belum ada perkembangan yang bisa diumumkan.

“Sejauh ini belum ada inovasi terkait hal ini yang dapat dilaporkan kepada Anda,” ujarnya seperti dikutip The Guardian.

Baca Juga: Zelensky MintaTrump Bujuk Xi Jinping, Ukraina Tuding Tiongkok Pasok Senjata ke Rusia

Kementerian Luar Negeri Rusia turut menepis kabar bahwa Washington telah mengirim proposal perdamaian baru.

Juru bicara Maria Zakharova mengatakan Moskow belum menerima draf apa pun dari pemerintah AS.

“Jika pihak Amerika mengajukan proposal, proposal tersebut akan dikomunikasikan melalui jalur diplomatik yang telah ditetapkan antara kedua negara,” katanya.

Meski Kremlin menyatakan terbuka untuk berunding, Kyiv menilai Moskow belum menunjukkan tanda-tanda mengurangi tuntutannya yang dinilai terlalu luas.

Dengan tekanan militer yang meningkat dan krisis politik domestik yang membayangi, Ukraina menatap setiap inisiatif perdamaian dari Washington dengan sikap sangat berhati-hati. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Amerika Serikat #ukraina #angkatan darat #militer #Rusia